Banjarbaru – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang belakangan kerap terjadi menjadi atensi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarbaru.
Komisi III DPRD Banjarbaru telah melaksanakan rapat kerja bersama jajaran BPBD, Selasa (3/10).
Sebelumnya Dewan Rakyat Banjarbaru sudah mengunjungi lokasi karhutla di wilayah Liang Anggang.
Ketua Komisi III DPRD Banjarbaru, Emi Lasari, menyampaikan beberapa poin terkait penanggulan karhutla kedepannya.
Pertama, meminta BPBD Banjarbaru melakukan pengadaan alokasi bahan bakar minyak (BBM) kepada relawan yang ikut serta turun ke lapangan.
Kemudian, menyarankan didirikannya dapur umum oleh Dinas Sosial Banjarbaru, untuk mengcover relawan yang berkerja di lapangan.
Emi juga menyarankan Pemko Banjarbaru bersurat ke PT Air Minum Intan Banjar agar hydrant yang tersedia dapat dibuka, untuk mengatasi keterbatasan air saat pemadaman.
“Keterbatasan unit tangki nantinya bisa dibantu oleh beberapa dinas yang memiliki armada,” ucapnya.
Sementara, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, dapat memantau perkembangan masyarakat pasca karhutla.
“Kita minta ada langkah dari dua dinas tersebut. Dinas Kesehatan bisa membuka posko kesehatan sebaliknya Dinas Pendidikan dapat mewajibkan para pelajar menggunakan masker,” sebutnya.
Tak lupa dirinya juga meminta kepada BPBD untuk melakukan pemetaan daerah rawan karhutla.
“Dengan begitu penanganan bisa maksimal, serta bisa ditangani secara bersama-sama,” ujarnya.
Kalak BPBD Banjarbaru, Zaini, mengungkapkan sampai saat ini banyak lahan yang terbakar.
“Dari Maret hingga September sekitar 901,5 hektare lahan yang terbakar. Terbanyak di wilayah Landasan Ulin,” ucapnya. (humas/mcbjb/zy)

Leave a comment