RETORIKABANUA.ID, Tangerang – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Mentaos dari Kota Banjarbaru ditunjuk oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk berkompetisi pada Festival KIM 2025. Ajang nasional ini digelar di Alun-Alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Banten, Jumat (14/11).
Dalam festival tersebut, KIM Tangguh Mentaos akan mempromosikan inovasi literasi digital serta potensi ekonomi dan wisata daerah.
Festival KIM Nasional tahun ini mempertemukan penggerak informasi masyarakat dari delapan provinsi di Indonesia, dengan Kota Tangerang sebagai tuan rumah. Pembukaan dilakukan oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Fifi Aleyda Yahya, didampingi Wali Kota Tangerang, Maryono.
Dalam sambutannya, Fifi menekankan pentingnya perlindungan anak dari dampak negatif internet melalui kolaborasi semua pihak pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Ia juga menekankan peran KIM dalam mengedukasi publik, menangkal hoaks dan memperkuat literasi digital.
“Saat ini terdapat 3.555 KIM dari 31 provinsi yang terdaftar di platform resmi kim.id. Keberadaan KIM diharapkan menjadi garda depan dalam memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai penggunaan internet dan media sosial yang sehat. Kita semua harus menjadi pelurus informasi,” ujar Fifi.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim, melalui Kepala Seksi Kemitraan Komunikasi Publik dan Hubungan Media, Erlinda Puspita Ningrum, menyampaikan bahwa pihaknya rutin menyeleksi tiga KIM terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Kalsel setiap tahun.
Tahun ini, KIM Tangguh Mentaos berhasil meraih Juara I dan berhak mewakili Kalsel di tingkat nasional, dengan harapan mampu mengulang prestasi sebagai juara umum pada festival sebelumnya di Makassar.
“Selama pameran, KIM Tangguh Mentaos akan menggelar berbagai kegiatan seperti podcast, penyampaian informasi dan inovasi literasi digital, edukasi publik, publikasi, kuis dan lainnya. Tujuannya untuk mengangkat potensi lokal Kalsel ke tingkat nasional, bahkan global melalui dunia digital,” jelas Erlinda.
Ia menambahkan, keikutsertaan KIM Kalsel menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi, bisnis dan wisata Kalimantan Selatan kepada publik nasional. Salah satu konten yang dipromosikan adalah Geopark Meratus, yang pada April 2025 resmi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.
“Status baru Geopark Meratus membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi daerah, promosi budaya, dan pelestarian lingkungan. Ini menjadi salah satu fokus yang akan diangkat KIM Kalsel di ajang Festival KIM Nasional untuk memperluas informasi mengenai potensi wisata Kalsel,” pungkas Erlinda. (ms)
