RETORIKABANUA.ID, Kandangan – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel), Kartoyo, menggelar kegiatan reses di RT 3 Desa Panggungan, yang disambut antusias oleh warga setempat pada Rabu (5/2).
Dalam kegiatan reses tersebut, warga memiliki kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi, salah satunya terkait dengan masalah abrasi tanah yang diakibatkan oleh arus Sungai Amandit. Dampak dari abrasi tersebut dirasakan oleh warga, terutama yang rumahnya terletak di dekat bibir sungai, dengan ancaman kerusakan pada tujuh rumah warga setempat.
Bapa Narto, salah satu warga desa Panggungan, mengungkapkan kekhawatirannya tentang potensi kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh abrasi tanah.
“Jika dibiarkan, ini akan semakin parah dan bisa merusak rumah-rumah kami,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kartoyo menyatakan pentingnya penanganan segera untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
“Sungai Amandit ini juga merupakan salah satu objek wisata di Kalsel, jadi kita harus menjaga kelestariannya. Pembenahan dengan beronjong sepanjang minimal 200 meter perlu segera dilakukan untuk mencegah terjadinya erosi yang lebih parah,” ujar Kartoyo.
Kartoyo juga menambahkan bahwa jika masalah abrasi tidak segera ditangani, maka rumah-rumah yang berada di pinggiran sungai akan terus terancam.
“Kita harus segera mengatasi masalah ini untuk melindungi warga dan mencegah kerusakan yang lebih besar,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses ini, Kartoyo berharap dapat terus memperjuangkan aspirasi warga dan segera mengusulkan langkah-langkah konkret agar masalah abrasi Sungai Amandit dapat segera teratasi. (ms)

Leave a comment