KALSELPemprov Kalsel

Kalsel Pacu Transformasi Digital, Raih Penghargaan Keamanan Informasi dari BSSN

221

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Dalam upaya memperkuat sinergi dan percepatan transformasi digital di daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Komdiphoria 2025, yang berlangsung selama tiga hari di Banjarbaru.

Acara ini dibuka oleh Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Muhammad Syarifuddin, serta dihadiri langsung oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistiyadi Budi.

Kegiatan ini melibatkan seluruh perwakilan Diskominfo dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, sebagai forum untuk menyelaraskan arah kebijakan digitalisasi daerah serta memperkuat keamanan informasi pemerintahan.

Dalam kesempatan ini, BSSN RI bersama Pemprov Kalsel memberikan penghargaan kepada daerah-daerah terbaik dalam dua kategori:

  • Indeks Keamanan Informasi (KAMI)

    • Terbaik: Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu dan Kota Banjarmasin.

  • Pembentukan Tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Tercepat

    • Terbaik: Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarmasin.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistiyadi Budi, didampingi Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin dan Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim.

“Kalsel menjadi salah satu provinsi tercepat di Indonesia dalam membentuk tim CSIRT lengkap di semua level pemerintahan. Bahkan, Kalsel adalah provinsi pertama yang sudah melaksanakan penilaian indeks kematangan keamanan informasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” ungkap Nugroho.

Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa Kalsel memiliki komitmen tinggi dalam menciptakan layanan publik yang cepat, efisien dan aman. Ia menegaskan bahwa BSSN siap terus mendukung dan bersinergi dengan Kalsel untuk memperkuat sistem pemerintahan digital yang andal.

Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga alat utama untuk mewujudkan pelayanan publik yang transparan, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Ini sejalan dengan visi Kalsel Bekerja dan grand design Reformasi Birokrasi Nasional menuju Indonesia Emas 2045. Kita ingin menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, mudah, murah, dan tetap aman,” tegasnya.

Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, mengatakan bahwa Rakerda dan Komdiphoria ini merupakan forum strategis untuk mengawal berbagai inovasi layanan publik berbasis teknologi, agar lebih terbuka dan berkualitas.

“Selama tiga hari, peserta akan mendapatkan berbagai materi dari narasumber nasional, seperti Kementerian Kominfo, Kementerian PANRB dan BSSN RI. Harapannya, kegiatan ini mampu memperkuat arah digitalisasi daerah secara nyata dan terukur,” pungkasnya. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Ketua PAC PDI Perjuangan Angsana Soroti Debu Hitam, Minta Pemerintah dan Perusahaan Segera Bertindak

TANAH BUMBU – Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Angsana, Pitoyo, meminta pemerintah...

67 SPBU Disanksi, Bang Dhin: Jangan Berhenti di Hukuman, Benahi Distribusi BBM

BANJARMASIN – Sanksi yang diberikan Pertamina terhadap 67 SPBU di Kalimantan Selatan...

Banggar DPRD Kalsel Desak Percepatan Belanja APBD, Bang Dhin: Keterlambatan Berpotensi Hambat Pembangunan Kalsel

BANJARMASIN – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin...

Bang Dhin Tegaskan Target PAD Harus Realistis untuk Mendorong Pembangunan Kalimantan Selatan

BANJARBARU – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syaripuddin...