BANJARMASINKALSELPEMERINTAHANTECHNO

Indeks Smart City dan SPBE Banjarmasin Meningkat Pesat

696

Banjarmasin – Indeks nilai Smart City dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin mengalami peningkatan signifikan.

Berdasarkan evaluasi penilaian Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Kemenpan RB, untuk tahun 2023 Kota Banjarmasin mendapatkan Indeks SPBE tertinggi se-kabupaten/kota di Indonesia Tengah dan Timur.

Kota berjuluk Seribu Sungai juga masuk dalam 20 besar indeks nilai SPBE tertinggi dari 416 kabupaten/kota se- Indonesia.

Hal ini disambut baik Kepala Dinas Kominfotik Banjarmasin, Windiasti Kartika. Ia mengaku bersyukur atas kabar baik di awal tahun 2024 ini.

“Alhamdulillah kita peroleh berita menggembirakan. Karena indeks smart city dan SPBE Banjarmasin 2023 tadi mendapat nilai kenaikan signifikan,” ungkap Windi, Sabtu (13/01).

Dijelaskan, indeks nilai Smart City Kota Banjarmasin tahun 2022 berada di angka 3,06. Namun, di tahun 2023 mengalami peningkatan mencapai angka 3,31.

Sedangkan indeks SPBE Kota Banjarmasin tahun 2022 berada di angka 3,31 atau masuk dalam kategori baik, di tahun 2023 ini berhasil meraih angka 4,00 atau dalam kategori sangat baik.

“Capaian Pemko Banjarmasin ini sudah sangat jauh melampaui capaian target yang kita pasang di RPJMD dan rencana strategis Diskominfotik,” terang Windi.

Terlebih lagi, indeks smart city dan SPBE ini merupakan indikator kinerja utama Diskominfotik.

“Smart city menjadi salah satu program prioritas Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan wakilnya, Arifin Noor pada RPJMD 2021-2026,” ucapnya.

Ke depan, Windi menargetkan angka indeks SPBE dapat mencapai 5,00 atau masuk dalam kategori sangat memuaskan.

Sebagai informasi, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) adalah penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna SPBE.

Hal itu berguna untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.

Tata kelola dan manajemen sistem pemerintahan berbasis elektronik secara nasional juga dapat meningkatkan keterpaduan dan efisiensi sistem pemerintahan berbasis elektronik. (sm)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Bang Dhin Soroti SiLPA Rp2,97 Triliun: Jangan Sampai Anggaran Mengendap Saat Masyarakat Menunggu Manfaat

BANJARMASIN – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M....

500 Peserta Ramaikan Baayun Maulid di Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Sebanyak 500 peserta mengikuti Tradisi Baayun Maulid yang digelar...

BWS Hidupkan Kembali Sungai Pekapuran Setelah 20 Tahun

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Setelah sekitar dua dekade tidak dikeruk, Sungai Pekapuran atau...

Bang Dhin Dorong Percepatan Pemerataan Dokter Puskesmas di Kalsel, Kotabaru Jadi Prioritas

BANJARMASIN – Ketersediaan dokter di Puskesmas menjadi perhatian serius Anggota Komisi IV...