RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Muhidin menegaskan komitmen daerah untuk terus menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama.
Hal itu disampaikan Muhidin saat bersilaturahmi bersama Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar dan tokoh agama se-Kalsel di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (9/8).
Gubernur hadir didampingi Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan tokoh agama dalam menjaga kehidupan beragama yang damai dan toleran.
Setibanya di Mahligai Pancasila, Menteri Agama Nasaruddin Umar disambut lantunan selawat dari grup hadrah. Penyambutan kemudian dilanjutkan dengan Tari Radap Rahayu, salah satu tarian tradisional masyarakat Banjar untuk menyambut tamu kehormatan.
Kegiatan juga diisi doa bersama lintas agama. Doa dipimpin secara bergantian oleh perwakilan agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu dan Buddha.
H. Muhidin menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar yang hadir untuk bersilaturahmi dengan tokoh agama dan jajaran Kementerian Agama di Kalsel.
“Kunjungan Bapak Menteri tentunya juga memperkuat kolaborasi dan sinergi kita untuk mempertahankan kehidupan beragama yang harmonis dan toleran,” ujar H. Muhidin.
Ia berharap Kalsel dapat terus menjadi contoh dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Insya Allah Kalsel akan jadi pilar Indonesia dalam merawat kehidupan beragama dalam bingkai persatuan dan persaudaraan,” lanjutnya.
Menurut H. Muhidin, kehidupan masyarakat Kalsel yang dikenal religius terlihat dari aktifnya berbagai kegiatan dan forum keagamaan di daerah.
Kehadiran Menteri Agama juga diharapkan semakin memperkuat kerja sama pemerintah pusat dan daerah, termasuk dalam pengembangan pendidikan keagamaan dan penguatan pesantren.
Dalam arahannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik, tidak hanya antarumat beragama, tetapi juga antara manusia dan alam.
Menurutnya, sikap manusia terhadap alam akan berdampak langsung pada kehidupan. Kerusakan lingkungan, seperti pembakaran lahan, penebangan pohon dan tindakan lainnya, dapat menimbulkan bencana.
“Jangan memusuhi alam, jangan membakar alam, jangan merusak alam,” pesan Nasaruddin.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan antarumat beragama serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurut Nasaruddin, persatuan akan membawa kebaikan bagi semua pihak. Sebaliknya, konflik kecil yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan dampak yang lebih besar.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Muhammad Tambrin dalam kesempatan tersebut menyampaikan kondisi kehidupan beragama di Kalsel yang selama ini berjalan rukun dan damai.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur H. Muhidin yang telah mendukung dan memfasilitasi pertemuan Menteri Agama dengan para tokoh agama se-Kalsel.
Silaturahmi tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Kepala BIN Daerah Kalsel Brigjen Sentot Adi Dharmawan, Komandan Lanal Banjarmasin Letkol (Laut) Galih Nurna Putra dan Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel (Pnb) Hilman L.P. Ambarita.
Hadir pula para kepala Kemenag kabupaten/kota se-Kalsel, ulama, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, serta pimpinan organisasi keagamaan.
Usai silaturahmi, Menteri Agama Nasaruddin Umar melanjutkan agenda ke Masjid Raya Sabilal Muhtadin untuk mengisi tabligh akbar setelah salat Zuhur. (ap)
