BATULICIN – Puncak Pesta Pantai Event Budaya Maritim Mappanre Ri Tasi ’E yang digelar di panggung utama Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), secara resmi ditutup.
Acara penutupan ini diawali dengan penampilan tari tradisional khas Bugis yaitu tari Mesa Kanne pada Minggu (4/6).
Pada puncak pesta pantai Mappanre Ri Tasi ’E, Bupati Tanbu Zairullah Azhar beserta jajaran tampak serasi mengenakan pakaian muslim berwarna putih dilengkapi dengan sarung tenun khas Pagatan.
Mereka bersama-sama menuju lokasi panggung utama Mappanre Ri Tasi ’E dengan diringi kesenian tradisional Masukkiri masyarakat Bugis Pagatan dan sinoman hadrah khas Banjar.
Sejumlah anggota bersama ketua DPRD Tanbu terlihat hadir memeriahkan acara puncak tersebut.
Mengenai hal tersebut, Ketua DPRD Tanbu, Andrean Atma Maulani sangat mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Pesta Adat Mappanre Ri Tasi’e adalah event tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Tanbu. Kegiatan ini merupakan kearifan lokal yang mempunyai nilai budaya yang khas. Nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya perlu kita pelihara, kita kembangkan serta manfaatkan,” ucap Andrean Atma Maulani.
“Apalagi sekarang pesta pantai ini sudah dikemas dengan kegiatan bernuansa religius dengan mengedepankan nilai-nilai persatuan, di mana kita lihat semua suku dan budaya yang ada di Tanbu turut memeriahkan event yang kita banggakan ini,” sambungnya.
“Oleh karena itu, kami segenap DPRD Tanbu sebagai pengemban amanah dari masyarakat siap memberikan dukungan dalam meningkatkan dan membesarkan event-event atau kegiatan kebudayaan di Tanbu melalui regulasi dan dukungan anggaran sesuai dengan tugas dan fungsi yang kami miliki,” tutupnya.
Puncak dari acara penutupan ini sendiri adalah ketika rombongan Bupati Tanbu bersama anggota forkopimda lainnya menyisiri lepas Pantai Pagatan dengan kapal nelayan yang disediakan, ditambah puluhan iring-iringan ratusan berbagai jenis kapal nelayan lainnya.
Di atas kapal itu sendiri, para rombongan dipandu para sandro dan tokoh ulama sembari memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan para nelayan.
Tak ketinggalan salah satu anggota DPRD Tanbu yang juga menjadi Ketua Lembaga Adat Oggie, Fawahisa Mahabattan turut menyampaikan bahwa perayaan ini sudah berubah, dengan hanya sebatas makan makan ditengah laut.
“Prosesi ritual potong hewan di atas kapal sudah tak lagi dijalankan, kini kita rubah sebatas makan makan di laut sebagai ungkapan rasa syukur atas rezekinya para nelayan,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Zairullah mengatakan selamatan ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki kepada nelayan di Tanbu.
“Acara ini dikemas sesuai dengan moto Nelayan Berkah Tanbu Sejahtera,” kata Bupati dalam sambutannya sebelum melaksanakan selamatan di atas kapal.
Acara juga dimeriahkan dengan pembagian gratis 1.000 Sokko Tumbu makanan khas Bugis dan pembagian makanan gratis kepada seluruh masyarakat pada Festival Kuliner 23 etnis Nusantara.
Adapun pelaksanaan Pesta Pantai Mappanre Ri Tasi ’E dimulai 20 Mei dan berakhir 4 Juni 2023.



Leave a comment