RETORIKABANUA.ID, Batulicin – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanah Bumbu mengungkapkan penolakan mereka terhadap kenaikan anggaran yang tiba-tiba melonjak di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Tanah Bumbu. Penolakan ini disampaikan dalam rapat yang berlangsung pada Kamis (6/2).
Ketua Komisi II, Andi Erwin Prasetya, bersama anggotanya, merasa sangat terkejut karena anggaran yang sebelumnya sudah disepakati dengan pemerintah sebesar Rp 52 Miliar, tiba-tiba membengkak menjadi Rp 160 Miliar. Mereka menganggap kenaikan anggaran ini sangat tidak wajar dan tidak sesuai dengan pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya.
“Setelah rapat paripurna dan pembahasan yang panjang, tiba-tiba muncul kenaikan sebesar itu. Kami merasa ini sangat tidak dihargai,” ungkap Andi Erwin.
Menurutnya, meski pihaknya bisa memaklumi jika kenaikan anggaran hanya sekitar Rp 1 Miliar, kenaikan yang terjadi kali ini sangat besar dan tidak masuk akal.
Andi Erwin menegaskan bahwa Komisi II menolak kenaikan tersebut. “Kami sudah sepakat sebelumnya. Jika kenaikan ini tetap diteruskan, maka Dewan tidak akan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Tanah Bumbu menjelaskan bahwa kenaikan anggaran tersebut disebabkan oleh penambahan hibah untuk lembaga-lembaga keagamaan dan yayasan.
“Kenaikan ini untuk belanja hibah yang totalnya menjadi Rp 160 Miliar. Namun, setelah rapat kerja ini, proses hibah lainnya akan kami tunda dulu. Ada tiga yang sudah selesai, sisanya masih menunggu,” jelasnya.
Dengan adanya perbedaan anggaran yang sangat besar ini, Komisi II berharap agar masalah tersebut segera diselesaikan dengan baik agar tidak menimbulkan kebingungannya lebih lanjut di masyarakat. (ms)

Leave a comment