DPRD KotabaruKOTABARU

DPRD Kotabaru Soroti Harga Tiket Pesawat Jelang Lebaran

116

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru menggelar rapat kerja untuk memastikan layanan transportasi udara tetap berjalan lancar. Fokus utama pembahasan adalah penerbangan rute Kotabaru–Banjarmasin agar tetap tersedia dengan harga tiket yang terjangkau bagi masyarakat.

Rapat yang berlangsung pada Senin (2/3) di ruang Komisi II DPRD Kotabaru ini dipimpin Wakil Ketua Komisi II, M. Suhartono dan dihadiri Ketua Komisi II, Abu Suwandi, anggota komisi, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perhubungan, pengelola Bandara Gusti Syamsir Alam, serta perwakilan Wings Air yang berada di bawah naungan Lion Air Group.

Dalam rapat tersebut, harga tiket menjadi perhatian utama. Tarif rute Kotabaru–Banjarmasin yang berkisar antara Rp. 1,3 juta hingga Rp. 1,4 juta dinilai cukup memberatkan warga. Tingginya harga tiket disebut berdampak pada menurunnya jumlah penumpang.

Ketua Komisi II, Abu Suwandi, mengingatkan bahwa kondisi ini bisa berpengaruh pada keberlangsungan penerbangan di Kotabaru. Jika jumlah penumpang terus menurun, maskapai dikhawatirkan akan mengurangi jadwal bahkan menghentikan layanan.

“Bandara sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Jangan sampai penerbangan justru semakin berkurang,” ujarnya.

Selain tarif, dewan juga menyoroti pembatalan penerbangan yang kerap terjadi secara mendadak. Kondisi ini dinilai merugikan calon penumpang, terutama menjelang musim mudik Lebaran.

Perwakilan Wings Air, Muhammad Fitryan, menjelaskan bahwa kebijakan tarif dan operasional sepenuhnya ditentukan oleh manajemen pusat. Pihaknya di daerah hanya melaporkan perkembangan jumlah penumpang. Ia menyebutkan, pada Februari lalu beberapa penerbangan terpaksa dibatalkan karena jumlah penumpang kurang dari 10 orang. Namun, menjelang Lebaran, tren penumpang mulai meningkat.

Sementara itu, pihak bandara menyampaikan bahwa pengawasan maskapai berada di bawah otoritas bandar udara wilayah Surabaya dan Direktorat Angkutan Udara di Jakarta. Pihak bandara hanya bertugas mengumpulkan serta melaporkan data operasional, termasuk terkait ketentuan tarif batas atas dan batas bawah.

Sebagai tindak lanjut, Komisi II akan berkoordinasi langsung dengan manajemen pusat Lion Air Group. Selain itu, DPRD juga membuka peluang komunikasi dengan maskapai lain untuk mendorong persaingan harga tiket agar lebih terjangkau.

Dewan juga meminta agar setiap pembatalan penerbangan diinformasikan jauh hari sebelumnya, sehingga masyarakat memiliki waktu untuk mencari alternatif perjalanan.

Wakil Ketua Komisi II, M. Suhartono, menegaskan bahwa kepentingan masyarakat menjadi prioritas utama. Ia berharap transportasi udara menjelang Lebaran tetap lancar, harga tiket lebih rasional, dan masyarakat tidak dirugikan. (ms)

Related Articles

Pemkab Kotabaru Bentuk Tim Koordinasi untuk Tekan Angka Kematian Ibu

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru membentuk Tim Koordinasi Perencanaan dan Penganggaran...

Pemkab Kotabaru Perkuat Disiplin ASN Lewat Sosialisasi PP 94/2021 dan Aplikasi I-DIS

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus memperkuat penegakan disiplin Aparatur Sipil...

Kafilah MTQ Kotabaru Raih Peringkat 4, Pemkab Berikan Bonus Rp. 265 Juta

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar syukuran sekaligus menyerahkan bonus kepada...

WKRI Kotabaru Ajak Perempuan Kelola Sampah Lewat Eco Enzyme

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kotabaru menggelar pertemuan rutin...