RETORIKABANUA.ID, Rantau – Bupati Tapin H. Yamani secara resmi membuka Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Posyandu Kabupaten Tapin Tahun 2025–2029. Acara ini digelar di Meeting Room Grand Qin Hotel, Banjarbaru, pada Kamis (2/10).
Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya Renstra Posyandu sebagai panduan arah kebijakan pembangunan daerah. Dokumen ini juga mendukung pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di enam sektor penting: pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, keamanan dan ketertiban umum, serta sosial.
“Posyandu harus menjadi mitra strategis bagi SKPD dalam menyusun program pembangunan daerah. Dengan begitu, data dan program yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan berdampak nyata,” ujar H. Yamani.
Ia juga mengimbau seluruh perangkat daerah untuk lebih optimal dalam memasukkan program pemberdayaan masyarakat ke dalam rencana dan anggaran kerja masing-masing.
“Manfaatkan forum ini sebaik mungkin. Ilmu yang diperoleh harus diterapkan secara profesional dan penuh integritas,” tegasnya.
Sebelum sesi pembukaan, Kepala Bappelitbang Tapin, Meidy Harris Prayoga, menjelaskan dasar hukum dan latar belakang penyusunan Renstra Posyandu. Ia menyebut kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi nasional di Jakarta pada 21 September 2025, yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri.
“Melalui FGD ini, Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tapin bisa mendapatkan masukan langsung dari para narasumber dan peserta. Harapannya, dokumen Renstra 2025–2029 menjadi lebih komprehensif sebelum ditetapkan melalui Peraturan Kepala Daerah,” jelas Meidy. (ki)

Leave a comment