RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Kota Banjarmasin kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang teknologi dan keamanan informasi. Dalam ajang Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Komdiphoria Diskominfo se-Kalimantan Selatan, yang digelar di Banjarbaru, Kamis (25/9), Kota Banjarmasin menerima penghargaan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atas pencapaiannya dalam membentuk tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) dan penerapan Indeks KAMI.
Bersama sejumlah daerah lainnya, Banjarmasin dinobatkan sebagai salah satu daerah tercepat membentuk CSIRT serta menjadi yang terbaik dalam pengukuran Indeks Kematangan Keamanan Informasi (KAMI).
Kepala BSSN RI, Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistiyadi Budi, mengungkapkan bahwa Kalimantan Selatan kini tercatat sebagai provinsi tercepat kedua secara nasional dalam membentuk CSIRT di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Lebih lanjut, ia menyebut Kalsel sebagai provinsi pertama yang berhasil menyelesaikan penilaian Indeks KAMI secara menyeluruh di semua level pemerintahan.
“Ini bukan sekadar formalitas, tapi bukti kesiapan daerah menghadapi ancaman siber,” tegas Nugroho.
Kategori Indeks KAMI Tertinggi
-
Kabupaten Hulu Sungai Selatan (598 poin)
-
Kabupaten Tanah Bumbu (413 poin)
-
Kota Banjarmasin (351 poin)
Kategori Pembentukan CSIRT Tercepat
-
Kota Banjarbaru
-
Kabupaten Hulu Sungai Selatan
-
Kota Banjarmasin
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BSSN didampingi Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin dan Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim.
Dalam sambutannya, Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama demi menciptakan layanan publik yang lebih transparan, mudah diakses, dan sesuai perkembangan zaman.
Senada, Kepala Diskominfo Kalsel Muhamad Muslim menyampaikan bahwa forum Rakerda ini menjadi momen penting untuk konsolidasi dan penguatan kebijakan digitalisasi di seluruh daerah di Kalsel.

Usai menerima penghargaan, Kepala Diskominfotik Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika, mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi dari BSSN. Ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi soal pelayanan publik yang cepat, mudah, dan aman bagi masyarakat.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjadikan teknologi sebagai alat mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran seluruh Kepala Bidang Diskominfotik Kota Banjarmasin dalam forum ini juga menunjukkan dukungan penuh terhadap implementasi digitalisasi di seluruh lini pemerintahan kota.
Sebagai informasi, penghargaan ini sebenarnya telah diterima Diskominfotik Banjarmasin pada Jumat (29/8) di Gedung Mahligai Pancasila. Namun, pada kegiatan Rakerda kali ini, penghargaan tersebut kembali diserahkan secara simbolis sebagai bagian dari rangkaian acara. (ms)



Leave a comment