BANJARBARU-Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin didampingi wakilnya, Wartono, menghadiri apel kesiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dan mitigasi risiko di halaman SDN 2 Loktabat Selatan, Kamis (7/10).
Hadir pada apel itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru H Muhammad Aswan, Dandim 1006/Banjar, Kapolres Banjarbaru, Ketua DPRD, Ketua Komisi 1 DPRD Kota Banjarbaru, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kominfo, Kalas BPBD, Kepala PAUD, SD dan SMP, serta ketua komite PAUD, SD dan SMP.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru H Muhammad Aswan menyampaikan, PTM ini adalah sebuah gerakan bersama. Diharapkan dapat menerapkan prokes untuk keselamatan anak didik.
“Sebelum pembelajaran tatap muka, ada beberapa hal yang telah dipersiapkan. Diantaranya dilakukan piloting, kemudian setiap gugus sekolah ditetapkan untuk menjadi percontohan dan dibina untuk protokol kesehatan sesuai dengan SKB empat Menteri,” ucapnya.
Disdik bersama Komisi I DPRD Banjarbaru juga telah memberikan bantuan alat prokes untuk SD dan SMP. “Mudah-mudahan untuk taman kanak-kanak dan PAUD juga dapat dibantu nantinya,” ucapnya.
Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin mengemukakan, sambil menunggu Instruksi Mendagri dilakukan PTM terbatas dulu. Ini merupakan tindak lanjut dari menurunnya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Banjabaru menjadi level 2.
“Pelaksanaan PTM terbatas ini pun akan dilaksanakan secara bertahap dan berdasarkan acuan SKB Empat Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Pembelajaran tatap muka menjadi pilihan bagi satuan pendidikan sebagai upaya mengurangi dampak negatif bagi peserta didik,” katanya.
Diharapkan, dalam proses PTM terbatas ini tidak akan muncul masalah yang dihadapi oleh satuan pendidikan.
“Satuan pendidikan dapat menyiapkan beberapa alternatif, yang pada akhirnya akan terpilih satu bentuk yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya. (tf)



Leave a comment