RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, turun langsung memantau harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar, Jumat (13/2).
Pemantauan dilakukan di Pasar Antasari dan Pasar Beras Muara Kelayan. Kunjungan ini bertujuan memastikan pasokan dan harga tetap stabil menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri, saat permintaan masyarakat biasanya meningkat.
Dalam kegiatan tersebut, Ananda didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Siane Apriliawati, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, Direktur Perumda Pasar, M. Abdan Syakura, serta jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin.
Ananda menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan harga dan stok bahan pokok masih dalam kondisi terkendali.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah sudah mengecek langsung ke Pasar Antasari dan Pasar Beras Muara Kelayan. Secara umum harga dan stok masih terkendali,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi borong atau panic buying yang justru dapat memicu kenaikan harga.
“Yang terpenting masyarakat tidak perlu belanja berlebihan. Insyaallah stok aman selama Ramadan. Kalau tidak ada panic buying, inflasi Kota Banjarmasin juga tetap terkendali,” tegasnya.
Selain soal harga, Ananda juga mengingatkan pentingnya bijak dalam mengonsumsi makanan. Menurutnya, sampah makanan masih menjadi penyumbang terbesar volume sampah di Banjarmasin.
“Kami berharap masyarakat lebih bijak dalam konsumsi. Kalau konsumsi terukur, sampah berkurang dan stok pangan juga tetap aman,” tambahnya.
Terkait harga, ia mengakui ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Namun, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar, yakni di bawah 10 persen.
Sementara itu, Kepala Disperdagin Banjarmasin Ichrom Muftezar mengatakan pasar murah akan terus digelar sebagai langkah konkret pengendalian inflasi.
“Ramadan ini pasar murah terus kami laksanakan. Sebelumnya sudah di Kejaksaan Negeri, dan tanggal 18 nanti akan ada pembukaan pasar murah bekerja sama dengan Forum Banjarmasin CSR,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sekitar 16.000 paket telah disiapkan, jumlah tersebut bahkan melampaui realisasi tahun 2025. Program ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Terkait kenaikan harga beras Banjar, Tezar menjelaskan terjadi kenaikan sekitar 5–10 persen karena masa panen telah berlalu sehingga stok mulai berkurang. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih aman.
“Untuk stok, insyaallah aman. Tadi sudah kami konfirmasi langsung ke para pedagang,” pungkasnya. (ms)

Eror: Formulir kontak tidak ditemukan.
RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Banjarmasin,...
Byadmin16 April 2026RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program...
Byadmin15 April 2026RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan...
Byadmin14 April 2026RETORIKABANUA.ID, Banarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, meninjau langsung kondisi Pasar...
Byadmin13 April 2026