BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin menggelar shalat Idul Adha secara terbatas di rumah dinas, Selasa (20/1).
Hal itu dilakukan, mengingat pandemi Covid-19 yang menunjukkan intensitas yang meninggi.
Bertindak sebagai imam dan khatib adalag Ustaz H Muhammad Anwar. Ia pada kesempatan itu menyampaikan, berkurban di tengah pandemi bukanlah suatu halangan. Namun sebaliknya justru menjadi momentum untuk kita agar bisa menumbuhkan jiwa kemanusiaan dan berbagi dengan sesama.
Ustaz H Muhammad Anwar juga mengingatkan agar selalu menerapkan 5M yaitu: memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.
Usai pelaksanaan Shalat Idul Adha, Aditya mengatakan, hikmah yang patut direnungkan adalah bagaimana cara menyukuri hidup dengan belajar bersyukur seperti Nabi Ibrahim yang ikhlas, untuk kebesaran dan berjuang di jalan Allah SWT.
“Dengan mengamalkan dan mencontoh nabi, semakin mempertebal iman, memperteguh dan memperkuat keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT,” ucapnya.
Terkait Shalat Idul Adha di rumah saja, Aditya menyampaikan, saat ini Banjarbaru berada di level 3 dalam penyebaran Covid-19. Berdasarkan barometer dan indikator yang ada, apabila ada kenaikan sekitar 20-30 persen lagi, kota ini akan berada di level 4.
Sebagaimana diketahui, di beberapa daerah ada pemberlakuan PPKM darurat pada level 4.
“Agar tidak sampai berada di level 4, kami mengimbau dan meminta masyarakat bersama-sama untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Drs H Said Abdullah MSi menyembelih tiga ekor sapi yang ada Balai Kota. (*/syl)

Leave a comment