TANAH BUMBU – Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Angsana, Pitoyo, meminta pemerintah daerah, instansi terkait, dan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara untuk segera mengambil langkah konkret mengatasi persoalan debu hitam yang dikeluhkan masyarakat di Kecamatan Angsana dan Satui.
Menurut Pitoyo, memasuki musim kemarau yang disertai angin tenggara, intensitas debu hitam yang diduga berasal dari aktivitas angkutan dan pelabuhan batu bara semakin dirasakan warga, terutama yang bermukim di sekitar jalur hauling dan kawasan pelabuhan.
“Keluhan masyarakat ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai aktivitas ekonomi berjalan, tetapi kesehatan dan kenyamanan warga justru dikorbankan. Pemerintah harus hadir untuk memastikan setiap perusahaan mematuhi aturan pengelolaan lingkungan,” tegas Pitoyo.
Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa karena berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat apabila terus berlangsung tanpa pengendalian yang maksimal.
Pitoyo mendorong pemerintah bersama instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas angkutan dan pelabuhan batu bara, termasuk memastikan upaya pengendalian debu dilakukan secara konsisten, seperti penyiraman jalan, penutupan muatan angkutan, pembersihan jalur, serta pemantauan kualitas udara di wilayah terdampak.
“Investasi tentu penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, investasi juga harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat. Jangan sampai warga menjadi pihak yang terus menanggung dampaknya,” ujarnya.
Ia berharap aspirasi masyarakat Angsana dan Satui segera ditindaklanjuti melalui langkah nyata agar kualitas lingkungan tetap terjaga dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman serta nyaman.


