BANJARMASIN — Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin atau Bang Dhin, mendesak Pemerintah Provinsi Kalsel segera menuntaskan kekosongan dokter umum di sejumlah Puskesmas.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalsel per 2 Juni 2026, sebanyak 13 dari 242 Puskesmas masih belum memiliki dokter umum.
Kondisi paling parah terjadi di Kabupaten Kotabaru. Dari 28 Puskesmas, sebanyak 11 Puskesmas atau 39,29 persen tercatat tanpa dokter umum.
“Puskesmas tanpa dokter berarti pelayanan kesehatan dasar tidak berjalan maksimal. Masyarakat jangan terus menjadi korban lambannya pemerataan tenaga medis,” tegas Bang Dhin.
Ia menilai persoalan utama bukan semata kekurangan dokter. Sebab, jumlah dokter umum di seluruh fasilitas kesehatan se-Kalsel tercatat mencapai 1.878 orang. Masalahnya terletak pada distribusi yang belum merata, terutama ke wilayah kepulauan dan terpencil.
Bang Dhin meminta Pemprov Kalsel segera menempatkan dokter melalui skema penugasan khusus, PPPK, kerja sama dengan fakultas kedokteran, serta pemberian insentif yang layak bagi dokter yang bertugas di daerah sulit.
Ia juga mendesak agar APBD 2027 secara khusus mengalokasikan anggaran untuk menuntaskan kekosongan dokter di Puskesmas.
“Jangan sampai masyarakat sudah menempuh perjalanan jauh ke Puskesmas, tetapi ketika tiba tidak ada dokter. Pelayanan kesehatan tidak boleh kalah oleh jarak dan kondisi geografis,” pungkasnya.


