BANJARMASINPemko Banjarmasin

Tiga Prioritas Diskopumker Kota Banjarmasin: Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja

75

RETORIKABANUA.ID, BANJARMASIN – Kepala Diskopumker Kota Banjarmasin, Dr. Machli Riyadi, menegaskan arah kebijakan strategis pasca pelantikannya. Ia memprioritaskan tiga sektor utama yang meliputi penguatan Koperasi Merah Putih, pengembangan UMKM, serta penurunan angka pengangguran di Kota Seribu Sungai.

Machli menyampaikan hal tersebut dalam wawancara eksklusif di ruang kerjanya pada Rabu (1/4/2026). Ia menilai instansi yang ia pimpin memiliki peran krusial karena mengampu program dari tiga kementerian sekaligus, yaitu Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Penguatan Koperasi Merah Putih di 52 Kelurahan

Machli menetapkan penguatan Koperasi Merah Putih sebagai prioritas utama dengan target operasional paling lambat tahun 2027. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi berbasis masyarakat, sesuai pemikiran Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta.

Saat ini, pemerintah telah membentuk 52 Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan sebagai fondasi awal. Untuk mempercepat implementasi, Machli menetapkan dua kelurahan sebagai model representatif, yakni Kelurahan Pemurus Luar dan Kelurahan Tanjung Pagar. Meski ada tantangan lahan dan permodalan, pihak dinas akan membekali pengurus dengan pelatihan manajemen pada 7–8 April 2026 mendatang.

Dominasi Sektor UMKM dalam Ekonomi Daerah

Di sektor UMKM, Diskopumker Kota Banjarmasin memfokuskan perhatian pada usaha mikro dan kecil yang mendominasi struktur ekonomi daerah. Data menunjukkan angka yang fantastis, di mana terdapat 62.872 unit usaha mikro dan kecil yang terdaftar secara resmi.

Pemerintah ingin pelaku UMKM merasakan kehadiran negara melalui pendampingan dan akses permodalan yang lebih mudah. Machli juga mendorong pola kemitraan antara koperasi dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai distribusi. Dengan cara ini, pelaku usaha bisa berkembang melalui sistem konsinyasi tanpa harus terbebani modal besar di awal usaha.

Menekan Angka Pengangguran Lewat Inovasi BLK

Tantangan terbesar yang dihadapi Diskopumker Kota Banjarmasin saat ini adalah angka pengangguran yang mencapai 6,49 persen. Angka ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata nasional yang berada di kisaran 4,1 persen. Berdasarkan data BPS, terdapat sekitar 21.220 orang pencari kerja di Banjarmasin.

Guna mengatasi hal tersebut, Machli akan memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK) agar kurikulumnya sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Selain mendorong masyarakat mencari kerja, ia juga memacu terciptanya peluang usaha baru. Dinas juga memastikan perlindungan tenaga kerja tetap terjaga, termasuk penanganan masalah PHK dan pemenuhan hak upah sesuai standar.

“Kunci keberhasilan ada pada kolaborasi dan inovasi. Kami akan melanjutkan program yang sudah baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkas Machli Riyadi.

Related Articles

Hari Lahir Pancasila, Yamin Ajak Perkuat Persatuan di Tengah Tantangan Zaman

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk...

Pansus DPRD Kalsel Ajak Warga Awasi Distribusi BBM Subsidi

Kalimantan Selatan — DPRD Kalimantan Selatan melalui Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi...

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Iduladha

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, mengikuti pelaksanaan Salat...

Takbir Keliling Kembali Semarakkan Kota Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Kota Banjarmasin...