RETORIKABANUA.ID, BANJARMASIN – DPD PDI Perjuangan Kalsel mengambil langkah proaktif dalam menghadapi ancaman krisis global yang kian kompleks. Partai berlambang banteng ini mendorong penguatan ketahanan pangan dan jaring pengaman sosial sebagai pilar utama untuk menjaga stabilitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan.
Upaya ini merupakan respons terhadap potensi guncangan ekonomi yang dapat memperlebar kesenjangan sosial. PDI Perjuangan Kalsel menilai bahwa ketahanan pangan sangat krusial untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok. Di sisi lain, perlindungan sosial berfungsi sebagai penyangga bagi kelompok rentan agar tetap memiliki daya tahan di tengah dinamika ekonomi dunia.
Baca Juga Lomba Gema Takbir Kotabaru Lepas Peserta di Siring Laut
Instruksi Strategis DPP untuk Daerah
Langkah strategis ini sejalan dengan instruksi DPP PDI Perjuangan kepada seluruh jajaran pengurus di tingkat daerah. Pusat memerintahkan kader untuk segera merumuskan program-program yang berpihak kepada rakyat kecil sebagai antisipasi dampak krisis. Fokus utamanya adalah memperkuat jaringan pengaman sosial guna melindungi daya beli masyarakat dari tekanan inflasi global.
Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel, H.M. Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin, menegaskan bahwa krisis global kini sudah berdampak langsung pada kehidupan warga Banua. Menurutnya, Kalimantan Selatan harus segera memperkuat fondasi ekonomi lokal, terutama pada sektor-sektor dasar yang menyentuh kebutuhan hidup orang banyak.
“Kita semua harus proaktif dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan program pembangunan yang relevan terhadap potensi krisis. Fokus kita adalah penguatan daya beli, ketahanan pangan, hingga perlindungan sosial,” tegas Bang Dhin.
Rasionalisasi Anggaran Pemerintah Daerah
Mengenai peran Pemerintah Provinsi, Bang Dhin meminta pihak eksekutif untuk segera melakukan penajaman arah anggaran. Dalam situasi ketidakpastian seperti saat ini, APBD harus benar-benar menyasar program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat. PDI Perjuangan Kalsel menyarankan agar pemerintah menunda kegiatan yang kurang mendesak demi memperkuat alokasi belanja kebutuhan dasar.
Bang Dhin juga menekankan pentingnya belanja pemerintah yang lebih tepat guna. Langkah ini bertujuan agar APBD Kalimantan Selatan mampu menjadi instrumen penyelamat ekonomi saat terjadi guncangan global. Sinergi antara kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam membangun benteng ekonomi yang kokoh di Bumi Lambung Mangkurat.
Baca Juga Kejurcab ORADO Banjarbaru: Seleksi Atlet Menuju Kejurprov
Komitmen Jaga Ekonomi Lokal
Melalui penguatan ekonomi lokal, PDI Perjuangan Kalsel optimis bahwa Kalimantan Selatan mampu melewati tantangan krisis dengan baik. Partai terus mengawal agar setiap kebijakan pembangunan tetap mengutamakan kepentingan rakyat. Penguatan sektor pangan bukan hanya soal ketersediaan stok, melainkan juga tentang kedaulatan petani dan produsen lokal di daerah.
Dengan langkah-langkah konkret ini, jajaran pengurus partai berharap kesejahteraan warga tetap terjaga meskipun tekanan ekonomi global terus meningkat. Kehadiran jaring pengaman sosial yang kuat menjadi bukti nyata bahwa partai hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan kepastian di masa sulit.


