BANJARMASINPemko Banjarmasin

Banjarmasin Perkuat SDM Penanganan Stunting: Bukan Seremonial, Tapi Gerak Nyata

249

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk menangani stunting secara serius dan menyeluruh. Tidak hanya berhenti pada program seremonial, Pemkot melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Tim Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) selama dua hari, 1–2 Juli 2025, di Hotel Rattan Inn.

Kegiatan ini menyasar seluruh unsur penting di lini terdepan penanganan stunting, mulai dari camat, lurah, petugas Puskesmas, hingga para nutrisionis dan bidan.

Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Machli Riyadi, yang hadir mewakili Wali Kota dan Ketua TP PKK Kota Banjarmasin. Dalam arahannya, Machli menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara nyata dan terukur, bukan sekadar wacana atau formalitas belaka.

“Hari ini saya mewakili Wali Kota dan Ibu Ketua TP PKK untuk memastikan bahwa seluruh pelaksana percepatan penanganan stunting mendapatkan penguatan kapasitas yang konkret. Ini bukan hanya soal menurunkan angka, tapi soal menyelamatkan generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Menurut Machli, keberhasilan program stunting sangat bergantung pada tiga aspek utama: perencanaan yang tepat, pelaksanaan yang menyentuh akar persoalan, dan pengawasan yang ketat dan berkelanjutan. Untuk itu, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan pemateri berkompeten lainnya.

Seluruh peserta—mulai dari aparatur kecamatan dan kelurahan hingga petugas medis Puskesmas—dilibatkan penuh dalam pelatihan ini. Hal ini, kata Machli, menjadi penting karena stunting merupakan masalah gizi kronis yang hanya bisa diatasi dengan pendekatan lintas sektor dan intervensi langsung dari tenaga kesehatan.

Ia juga menyoroti kelemahan utama dalam program selama ini: minimnya pengawasan dan lemahnya sinergi antarinstansi.

“Kami tidak ingin hanya bergerak di atas kertas. Tahun ini penguatan pengawasan menjadi prioritas. Kalau pengawasan lemah, maka data tidak akurat, intervensi pun bisa meleset,” jelasnya.

Lebih lanjut, Machli menyampaikan bahwa tahun 2025 harus menjadi momentum awal untuk perubahan nyata. Hasil dari langkah-langkah ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh di tahun 2026. Meski tidak bisa berharap hasil instan, ia optimistis angka stunting bisa ditekan secara signifikan bila dilakukan secara konsisten dan kolaboratif.

“Optimisme ini sejalan dengan misi utama Wali Kota: menciptakan generasi penerus yang cerdas, sehat, dan berkarakter. Penurunan stunting adalah bagian tak terpisahkan dari misi besar itu,” pungkasnya. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Hari Lahir Pancasila, Yamin Ajak Perkuat Persatuan di Tengah Tantangan Zaman

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk...

Pansus DPRD Kalsel Ajak Warga Awasi Distribusi BBM Subsidi

Kalimantan Selatan — DPRD Kalimantan Selatan melalui Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi...

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Iduladha

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, mengikuti pelaksanaan Salat...

Takbir Keliling Kembali Semarakkan Kota Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Kota Banjarmasin...