BANJARBARUKALSELLINGKUNGANPEMBANGUNANPEMERINTAHAN

Gubernur Kalsel Sambut Baik Rencana Pendirian Stasiun Pemantau Bakamla

298

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Sekretaris daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar menerima kunjungan Badan Keamanan Laut (Bakamla) Zona Tengah RI di ruang rapat Sekretaris Daerah Provinsi Kantor Gubernur di Banjarbaru, Senin (25/3) pagi.

Laksamana Pertama TNI Oc Budi Susanto, SH, MSi, MTr Opsla, Kepala Kantor Zona Badan Keamanan Laut Tengah RI, mengatakan kunjungan ini merupakan Courtesy Call (CC) yang memang dilakukan ke seluruh wilayah kerja Zona Bakamla Tengah yang terdiri dari 13 provinsi di wilayah Indonesia Bagian Tengah.

Diketahui, dalam kunjungan tersebut, Bakamla juga melakukan koordinasi terkait rencana pendirian pangkalan atau stasiun pemantau yang memang belum ada di Kalsel.

“Selama ini koordinasi Bakamla dilaksanakan dari pangkalan lain yang terdekat dan di Kalsel memang belum ada. Karena itu, pada CC hari ini kami juga mengkoordinasikan terkait pendirian pangkalan atau stasiun pemantau yang sesuai dengan tugas dari Bakamla yaitu keselamatan dan keamanan di laut, maupun penegakkan hukum,” katanya.

Menanggapi hal ini, Roy menyampaikan bahwa Pemprov Kalsel menerima dengan baik rencana tersebut dan akan merundingkan serta merekomen­dasikan beberapa lokasi ataupun area yang dirasa strategis.

“Untuk lokasi nanti kita coba rundingkan dulu, apabila sudah ada area yang siap coba nanti ditawarkan dan sambil koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota setempat,” kata Roy.

Roy menerangkan, pendirian pangkalan atau stasiun pemantau ini penting untuk menjaga keamanan dan keselamatan kelautan Kalsel dari potensi pelanggaran seperti penyelun­dupan hasil sumber daya alam ilegal yang cukup besar ataupun kecelakaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono menyampaikan sampai saat ini potensi pelanggaran kelautan yang saat ini dihadapi Kalsel adalah penggunaan cantrang oleh nelayan.

Cantrang adalah penangkap ikan bersifat aktif dengan pengoperasian menyentuh dasar perairan yang berpotensi merusak biota kelautan seperti terumbu karang.

Terkait rencana pendirian pang­kalan, anggota Bakamla Zona Tengah yang sudah melakukan survey menyampaikan bahwa salah satu potensi area atau lokasi yang mungkin akan direkomendasikan adalah di area Aluh-Aluh dengan luas lahan sebesar 11 hektar.

Atas hal tersebut, Roy menyebut Pemprov Kalsel akan membantu Bakanla atas permintaan tersebut dengan mengkoordinasikan kepada Pemkab Banjar.

Pertemuan ini turut didampingi, Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Muhammad Fitri Hernadi dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kalsel, H Berkatullah. (mckalsel/zy)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Bang Dhin Ajak Kader PDI Perjuangan Gotong Royong Bantu Warga Terdampak Kemarau

KOTABARU, RETORIKABANUA.ID – Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin...

DPRD dan Pemprov Kalsel Sepakati Perubahan APBD 2026

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Muhidin, menghadiri Rapat Paripurna...

DPRD Kalsel Setujui Dua Raperda Strategis

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) menyetujui dua Rancangan Peraturan Daerah...

Bang Dhin Instruksikan Kader PDI Perjuangan Kalsel Perkuat Akar Rumput dan Siapkan Generasi Muda

BANJARMASIN – DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menginstruksikan seluruh kader untuk memperkuat...