RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Persoalan sampah dan penataan di Pasar Wadai Ramadan kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin. Hal ini disampaikan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, usai menghadiri agenda rapat pada Kamis (5/3).
Menurut Yamin, pengelolaan Pasar Wadai tidak boleh hanya berfokus pada keramaian dan perputaran ekonomi selama Ramadan. Ia menegaskan bahwa aspek kebersihan, penataan kawasan, serta tanggung jawab terhadap lingkungan juga harus menjadi perhatian utama.
Yamin mengatakan, sejumlah pedagang sempat menyampaikan keluhan terkait pengelolaan Pasar Wadai, terutama mengenai penanganan sampah dan penataan tenant. Ia meminta dinas terkait segera menindaklanjuti hal tersebut agar tidak menjadi persoalan yang terus berulang setiap tahun.
“Ini juga menjadi keluhan dari beberapa pedagang di Pasar Wadai. Kita berharap dinas terkait segera menyikapi dan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara serta Disbudporapar agar penataan pasar dan pengelolaan sampahnya bisa lebih maksimal,” ujar Yamin.
Pasar Wadai sendiri merupakan agenda tahunan yang selalu ramai dikunjungi masyarakat selama Ramadan di Banjarmasin. Di balik ramainya aktivitas jual beli, volume sampah dari pedagang dan pengunjung juga meningkat cukup signifikan.
Karena itu, Pemerintah Kota menilai pengelolaan sampah tidak boleh hanya berhenti pada tahap pengangkutan dan pembuangan. Proses pemilahan dan pengolahan sampah harus dimulai sejak dari sumbernya.
Yamin juga menegaskan bahwa para pedagang di Pasar Wadai difasilitasi untuk berjualan tanpa dipungut biaya sewa tenant. Meski demikian, pengelolaan kawasan pasar, termasuk kebersihan dan keamanan, tetap harus dilakukan secara profesional.
“Tenant di Pasar Wadai ini gratis, tidak dipungut biaya. Tetapi kebersihan dan pengelolaan sampahnya harus tetap diperhatikan. Sampah tidak boleh hanya diangkut dan dibuang ke luar daerah. Harus ada pemilahan antara sampah organik dan nonorganik, lalu diolah dengan baik,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Menurutnya, semua pihak perlu terlibat, termasuk anggota DPRD yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
Yamin berharap para wakil rakyat turut menyampaikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengurangi penggunaan plastik serta membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.
“Masalah sampah ini tidak hanya dibebankan kepada pemerintah. Kita berharap kawan-kawan di DPRD juga ikut menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya mengurangi sampah plastik serta memilah dan mengolah sampah dari sumbernya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pesan tentang pengurangan sampah perlu terus disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik dalam forum resmi maupun saat bertemu masyarakat. Menurutnya, perubahan perilaku terhadap pengelolaan sampah hanya bisa terjadi jika edukasi dilakukan secara konsisten.
Dengan penataan yang lebih baik dan pengelolaan sampah yang tertib, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap Pasar Wadai tidak hanya menjadi pusat kuliner Ramadan, tetapi juga contoh bagaimana kegiatan ekonomi rakyat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan kota dan kelestarian lingkungan. (ms)


