RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Upaya Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menekan angka pengangguran kembali membuahkan hasil. Sebanyak 10 warga Banjarbaru berhasil lulus pelatihan dan sertifikasi satuan pengamanan (satpam). Bahkan, satu peserta di antaranya telah langsung mendapatkan pekerjaan.
Sertifikat kelulusan diserahkan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, di Rumah Dinas Wali Kota Banjarbaru. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih luas ke dunia kerja.
Dalam kesempatan itu, Lisa berpesan kepada para lulusan agar menjaga kepercayaan dan profesionalisme saat menjalankan tugas di tempat kerja.
“Di mana pun bekerja, jagalah kepercayaan dengan sebaik-baiknya. Orang yang mampu menjaga kepercayaan akan selalu dibutuhkan. Jaga kinerja, disiplin, komitmen, moral dan kejujuran dalam setiap tugas,” ujarnya.
Menurut Lisa, kemampuan dan keterampilan yang dimiliki harus dibarengi dengan integritas serta tanggung jawab. Dengan demikian, peluang untuk berkembang dan memperoleh kepercayaan dari perusahaan akan semakin besar.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker) Kota Banjarbaru, Sartono, mengatakan pelatihan dan sertifikasi satpam merupakan salah satu program pemerintah daerah untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di dunia kerja.
“Alhamdulillah, 10 peserta dinyatakan lulus. Satu orang sudah langsung bekerja, sementara peserta lainnya tinggal menunggu penempatan. Insya Allah semuanya segera mendapatkan pekerjaan,” katanya.
Sartono menjelaskan, program pelatihan ini mulai dilaksanakan pada 2025 di bawah kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby. Sebelumnya, sekitar 40 peserta telah mengikuti pelatihan serupa dan seluruhnya berhasil terserap ke dunia kerja.
Ia menambahkan, pelatihan yang diberikan tidak hanya berfokus pada bidang keamanan, tetapi juga akan disesuaikan dengan kebutuhan dan peluang kerja yang tersedia.
“Ke depan, pelatihan akan terus diselaraskan dengan kebutuhan pasar kerja dan berbasis sertifikasi kompetensi agar peserta benar-benar siap bersaing setelah lulus,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Prima Sekuriti Indonesia, Sutarno, mengungkapkan kebutuhan tenaga satpam di Kalimantan Selatan dan sejumlah wilayah lain di Kalimantan masih cukup tinggi.
Menurutnya, lulusan pelatihan memiliki peluang besar untuk segera bekerja, terutama jika bersedia ditempatkan di berbagai daerah.
“Kebutuhan satpam masih sangat banyak, baik di Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah. Jika mereka siap bekerja, kami siap membantu menyalurkan ke dunia kerja,” katanya.
Sutarno menilai program yang digagas Pemerintah Kota Banjarbaru tersebut efektif dalam membantu mengurangi pengangguran. Hampir seluruh peserta yang mengikuti pelatihan sebelumnya telah mendapatkan pekerjaan.
“Program ini sangat positif karena tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka akses kerja bagi masyarakat. Pesertanya seluruhnya warga Banjarbaru dan tingkat penyerapan kerjanya hampir 100 persen,” ujarnya.
Para lulusan nantinya berpeluang ditempatkan di berbagai sektor, mulai dari perkantoran hingga kawasan perkebunan, sesuai kebutuhan perusahaan.
Salah satu peserta, Widy, mengaku bersyukur dapat mengikuti pelatihan tersebut. Selama sepekan, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari penggunaan borgol, bela diri Polri, hingga Peraturan Baris Berbaris (PBB).
“Saya mengetahui informasi pelatihan ini dari Instagram. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Banjarbaru yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti pelatihan sekaligus dibantu mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.
Program pelatihan dan sertifikasi satpam ini menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kota Banjarbaru dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Melalui kompetensi yang tersertifikasi, para peserta diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. (mc)


