RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru — Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Kalimantan Selatan, M. Amin, mendorong penguatan infrastruktur digital dan sinkronisasi regulasi untuk mendukung optimalisasi kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan.
Hal itu disampaikan Amin usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran Diskominfo Kalsel di Banjarbaru, Selasa (12/5). Kegiatan tersebut membahas tantangan serta strategi peningkatan pelayanan komunikasi dan informasi publik di Kalimantan Selatan.
Menurut Amin, penguatan infrastruktur komunikasi menjadi kebutuhan penting, terutama untuk mengatasi wilayah blank spot atau daerah yang belum terjangkau jaringan internet.
Salah satu solusi yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pemanfaatan teknologi Starlink guna memperluas akses internet di wilayah terpencil di Kalimantan Selatan.
“Kita bisa banyak memperbaiki wilayah blank spot. Ada opsi menyewa Starlink dengan biaya tertentu untuk mengatasi kendala sinyal,” ujarnya.
Selain infrastruktur, Amin juga menyoroti pentingnya sinkronisasi regulasi antarinstansi agar program kerja Diskominfo dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Menurutnya, hambatan regulasi selama ini menjadi salah satu kendala dalam percepatan pelaksanaan program strategis.
Ia menegaskan akan meningkatkan koordinasi dengan SKPD maupun biro terkait untuk mencari solusi terhadap berbagai hambatan tersebut.
Di sisi lain, Amin menyebut penguatan Diskominfo merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, agar Diskominfo mampu menjadi corong utama pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan dan isu-isu aktual kepada masyarakat.
“Gubernur ingin Diskominfo menjadi SKPD yang menjadi corong untuk menyampaikan hal-hal terkait pembangunan maupun isu-isu aktual di Kalimantan Selatan,” katanya.
Melalui penguatan infrastruktur digital dan pembenahan regulasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap pelayanan informasi publik dapat semakin optimal dan menjangkau seluruh masyarakat, termasuk wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses internet. (ms)

