BANJARMASINEKBISKALSEL

Semarak Road to Fesyar KTI 2021 Perkuat Pemulihan Ekonomi Banua

624

BANJARMASIN – Festival Ekonomi Syariah Banua Semarak Road to Fesyar KTI 2021 dibuka Jumat (23/7). Mengusung tema “Bersinergi Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Memperkuat Momentum Pemulihan Ekonomi Banua, event yang dilaksanakan di Atrium Duta Mall Banjarmasin ini berakhir Sabtu (24/7).

Fesitval ini ikuti beberapa UMKM. Antara lai, Sasirangan Nazwa, Rini Hidayati Jewelry, Geliat Tenun Pagatan, The Zamrud Jewelry, Casheila Creative, Kukis Talipuk Wadioke, Labuana, Kopi Hirang Efgeen, Abba Cokelat dan Sarigading.

Road to Fesyar KTI 2021 juga dilaksanakan secara online dan offline, dengan jumlah peserta terbatas dan menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Acara ini juga dihadiri Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H Muhammad Tambrin, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Gustafa Yandi, Regional CEO Bank Syariah Indonesia Banjarmasin Alhuda Djanis, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kalimantan H Kamrani Buseri, dab Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kalsel Irhamsyah Safari.

Selain itu, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah H Mairijani, Ketua Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Indonesia Kalsel Yeni Mulyani, serta pimpinan Ponpes Darul Hijrah KH Zarkasyi Hasbi.

Acara ini resmi dibuka dengan ditabuhnya babun oleh Pj Gubernur Kalsel Safrizal, didampingi Kepala KPw Bank Indonesia Kalsel Amanlison Sembiring dan Ketua DPRD Kalsel H Supian HK.

Amanlison Sembiring menyampaikan, kegiatan ini merupakan implementasi program ekonomi syariah Bank Indonesia di Kawasan Timur Indonesia, yang mendukung pilar penguatan riset, asesmen, dan edukasi.

“Dalam menyemarakkan kegiatan Road to Fesyar KTI 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemprov Kalsel, juga menyelenggarakan Shariah Economic Forum secara virtual. Temanya terkait model pemberdayaan ekonomi produktif melalui optimalisasi dana Ziswaf (zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf),” tuturnya.

Selain itu, diseminasi laporan ekonomi dan indeks literasi syariah, kegiatan edukasi ekonomi dan keuangan syariah.

“Kami berharap dapat mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Kalsel sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Safrizal mengatakan, Kalsel memiliki akar sejarah Islam yang kental. Orang Banjar adalah pedagang-pedagang andal yang berpegang teguh pada nilai-nilai muamalah dalam transaksi.

“Inilah yang menjadikan Kalsel potensial dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” katanya.

Safrizal bersyukur atas peningkatan ekonomi syariah Kalsel. Namun, ia meminta jangan berpuas diri dulu.

“Semoga dengan acara ini kita bersama-sama memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk memajukan perekonomian dan menyejahterakan masyarakat Banua,” pungkasnya. (syl)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

TP PKK Sungai Lulut Wakili Banjarmasin di Enam Besar Tingkat Provinsi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Sungai Lulut yang mewakili...

Banjarmasin Juara Umum MTQ Nasional XXXVII Tingkat Kalsel 2026

RETORIKABANUA.ID, Barito Kuala – Kota Banjarmasin kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih...

PDI Perjuangan Kalsel Tegaskan Ruang Aspirasi Bukan Sekadar Formalitas

BANJARMASIN – DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat...

Bukan Cuma Saat Pemilu, PDI Perjuangan Kalsel Buka Ruang Aspirasi untuk Rakyat

BANJARMASIN – Politik tidak seharusnya hanya ramai saat pemilu. Politik juga harus...