RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti Lapangan Sepak Bola Puma, Kelurahan Loktabat Utara, saat ribuan warga Banjarbaru mengikuti acara “Loktabat Utara Bersholawat” pada Senin malam (11/8).
Acara sholawat akbar ini dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin bin Seggaf Assegaf dan diiringi oleh rombongan Majelis Maulid dan Hadrah Az Zahir dari Pekalongan, Jawa Tengah. Lantunan sholawat menggema dari ribuan jamaah yang hadir, bersahut-sahutan mengikuti irama rebana yang dimainkan dengan khidmat dan merdu.
Acara yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia ini terselenggara berkat inisiatif swadaya masyarakat Kelurahan Loktabat Utara, dengan dukungan dari sejumlah pihak swasta di Kota Banjarbaru.
Hadir langsung Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, yang dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Habib Ali dan rombongan, serta antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.
“Selamat datang dan terima kasih kepada Habib Ali Zainal Abidin bin Seggaf Assegaf serta rombongan Majelis Az Zahir yang telah hadir untuk bersama-sama memaknai kemerdekaan dengan bersholawat,” ujar Lisa.
Ia menegaskan, kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat, serta membumikan semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Sholawat bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga diwujudkan dalam meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Ini yang harus terus kita hidupkan,” tambahnya.
Sebelum mengikuti kegiatan utama, Wali Kota Lisa juga menyempatkan diri mengunjungi 48 stand UMKM yang disiapkan panitia. Seluruh UMKM yang tampil berasal dari wilayah Kelurahan Loktabat Utara dan menampilkan beragam produk lokal mulai dari kuliner hingga kerajinan.
Lisa menyambut baik keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan keagamaan ini, karena selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan ini juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Ia juga berharap kegiatan keagamaan semacam ini dapat digelar secara merata di seluruh kecamatan di Kota Banjarbaru, sebagai bagian dari siar Islam dan pembinaan spiritual warga kota. (ms)

Leave a comment