RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru — Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho meresmikan operasional Safety Driving Center (SDC) Ditlantas Polda Kalsel, Rabu (8/4). Peresmian yang digelar di RTMC Ditlantas Polda Kalsel, Jalan A. Yani Km 21, Banjarbaru.
Gubernur H. Muhidin mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan dan peluncuran fasilitas tersebut. Ia berharap kehadiran SDC dapat membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, tren kecelakaan di Kalsel sebelumnya sudah menunjukkan penurunan dan dengan adanya SDC, capaian tersebut diharapkan terus meningkat.
“Ini bukti komitmen kita bersama untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas di masyarakat,” ujarnya.
Gubernur juga menyebut upaya menekan kecelakaan didukung berbagai program, seperti Operasi Lilin, Operasi Ketupat, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Ia turut mengapresiasi dukungan dari Korlantas Polri yang memberikan tambahan kendaraan operasional, dari rencana awal 10 unit menjadi 30 unit, ditambah dua unit mobil operasional.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan pentingnya mengubah citra polisi lalu lintas (Polantas) agar lebih humanis dan dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan Polantas diukur dari kedekatannya dengan masyarakat, termasuk komunitas dan mitra seperti ojek online.
Ia juga menyoroti adanya perubahan positif di sejumlah wilayah, seperti berkurangnya aksi balap liar di kawasan Kayu Tangi dan Lingkar Selatan.
“Polantas harus hadir sebagai pelayan yang responsif dan bersahabat,” tegasnya.
Kakorlantas berharap kehadiran SDC dapat menekan angka kecelakaan, terutama korban meninggal dunia yang masih menjadi perhatian.
Berdasarkan data Operasi Ketupat, angka fatalitas di Kalimantan Selatan tercatat 68 korban meninggal dunia. Secara nasional, angka fatalitas turun 31 persen dan jumlah kecelakaan turun hampir 6 persen.
Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menambahkan, angka kecelakaan lalu lintas di wilayahnya sepanjang 2025 mengalami penurunan.
Dari 947 kasus pada 2024 menjadi 872 kasus di 2025, atau turun sekitar 8 persen. Jumlah korban meninggal dunia juga menurun dari 389 jiwa menjadi 273 jiwa.
Kapolda menyebut penurunan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran kepolisian dan pemangku kepentingan.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa tantangan masih ada. Faktor utama kecelakaan masih didominasi kesalahan pengemudi atau human error, terutama kurangnya pemahaman tentang keselamatan berkendara.
Karena itu, pendekatan tidak cukup hanya dengan penegakan hukum, tetapi juga melalui edukasi yang berkelanjutan.
Sebagai langkah strategis, Polda Kalsel membangun Safety Driving Center sebagai pusat pelatihan berkendara yang tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga membentuk disiplin dan kesadaran keselamatan.
Pembangunan SDC dimulai sejak 2023 dan terus dikembangkan hingga 2025 dengan berbagai fasilitas, seperti sirkuit roda dua dan roda empat, menara pantau, serta area pendukung lainnya.
Kapolda berharap SDC dapat menjadi pusat unggulan dalam mencetak pengemudi yang tertib dan berkeselamatan, sehingga mampu menekan angka kecelakaan di masa mendatang. (ms)
