BANJARMASINPemko Banjarmasin

Pemkot Banjarmasin Pantau Harga Bapokting, Inflasi Jadi Sorotan

20

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan memantau langsung harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting), Selasa (14/4).

Kegiatan ini dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana. Rombongan meninjau Pasar Tradisional Kalindo serta gudang distributor di kawasan Pergudangan Basirih.

Turut hadir Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako Banjarmasin, Siane Apriliawati, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Monitoring dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman sekaligus memantau pergerakan harga di pasaran. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi di Kota Banjarmasin.

Dolly Syahbana menjelaskan, hasil pemantauan di Pasar Tradisional Kalindo menunjukkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas.

“Beberapa komoditas mengalami kenaikan seperti beras, ikan nila, dan ayam ras. Sementara itu, harga telur menurun, minyak goreng relatif stabil, dan beberapa jenis cabai mulai turun meski masih tergolong tinggi,” ujarnya.

Selain pasar, rombongan juga meninjau gudang distributor di kawasan Basirih, tepatnya di PT Agro Bogo Utama Banjarmasin. Perusahaan ini menjadi salah satu pemasok daging, sayur, dan produk seafood beku di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.

Dari hasil peninjauan, diketahui distribusi bahan pokok tidak hanya memenuhi kebutuhan Kota Banjarmasin, tetapi juga menjangkau daerah sekitar seperti Martapura, Banjarbaru, Pelaihari, hingga Kapuas.

“Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga kelancaran distribusi agar pasokan tetap stabil,” jelas Dolly.

Ia menambahkan, kondisi inflasi di Kota Banjarmasin masih perlu mendapat perhatian serius karena saat ini berada pada posisi kedua tertinggi di Kalimantan Selatan.

“Kami berharap melalui monitoring ini, perkembangan harga di lapangan dapat terpantau secara langsung sehingga langkah pengendalian bisa segera dilakukan dengan tepat,” tambahnya.

Dolly juga menyoroti keterbatasan sejumlah komoditas lokal, seperti ikan haruan, yang saat ini sulit ditemukan di pasaran.

“Ketersediaan ikan haruan cukup terbatas, bahkan cenderung kosong. Padahal, komoditas ini menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Banjarmasin melalui TPID akan terus melakukan pemantauan secara berkala serta menyiapkan langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. (ms)

Related Articles

Lindungi Anak di Dunia Digital, Orang Tua Diminta Lebih Aktif Mengawasi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Banjarmasin,...

Serapan Anggaran Rendah, Wali Kota Banjarmasin Tekankan Percepatan Program

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program...

Pasar Ujung Murung Memprihatinkan, Wali Kota Buka Peluang Kerja Sama Revitalisasi

RETORIKABANUA.ID, Banarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, meninjau langsung kondisi Pasar...

Sekretariat REDBAR Banjarmasin Barat Diresmikan Wali Kota Yamin

BANJARMASIN — Sistem kesiapsiagaan bencana di wilayah REDBAR Banjarmasin Barat kini resmi...