Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru hadirkan pelayanan KB Baru dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)(Implant 1 Batang) se Kota Banjarbaru guna tekan pertumbuhan penduduk, di Balai Penyuluhan KB Guntung Manggis Senin,(26/2).
Kegiatan ini dilaksanakan degan tujuan meningkatkan capaian indikator sasaran program KB tahun 2024. Target ini sasarannya yaitu 200 akseptor KB implant.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Banjarbaru, Puspa Kencana mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk upaya meningkatkan persentase peserta KB aktif MKJP, salah satunya dengan metode implant 1 batang.
Ia membeberkan, dari hasil pemutakhiran pendataan keluarga tahun 2023, proporsi wanita kawin usia 15-49 tahun (PUS) yang menggunakan MKJP terhadap semua peserta KB modern di Kalsel sebesar 9,4%, dan Banjarbaru menjadi penyumbang tertinggi peserta KB aktif MKJP sebesar 13,1%.
“Diharapkan tren KB Aktif MKJP di Banjarbaru akan terus meningkat, sehingga laju pertumbuhan penduduk bisa seimbang,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin, berharap melalui kegiatan pelayanan KB MKJP dengan metode implant 1 batang ini, masyarakat bisa partisipasi aktif ikut program KB MKJP.
“Program ini diharapkan bisa menekan laju pertumbuhan penduduk dan program KB MKJP ini dengan 2 anak cukup, sehingga para ayah bisa fokus dalam mensejahterakan anak dan istri,” tegasnya. (mcbjb/zy)



Leave a comment