BANJARBARUKALSELKESEHATANPEMERINTAHAN

Kota Banjarbaru Berhasil Raih Penghargaan Kota Bebas Penyakit Frambusia Dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI)

366

Banjarbaru – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru berupa sektifikat Kota Bebas Frambusia, Selasa (21/2/2023) lalu di Jakarta.

Penghargaan yang diberikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi G Sadikin kepada Wali Kota Banjarbaru H. M. Aditya Mufti Ariffin ini adalah langkah nyata Pemerintah menekan kemunculan penyakit Frambusia.

Frambusia merupakan penyakit atau infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallindum Pertenue. Sebaran penyakit ini terjadi di beberapa wilayah tropis sehingga sebutan penyakit ini berbagai sebutan yakni patek, puru, buba, pian parangi dan ambalo.

Resiko terburuk terjangki dari penyakit ini menyebabkan gangguan penampilan fisik. Untuk itu penyakit Frambusia menjadi perhatian yang serius dari Kementerian Kesehatan RI, pasalnya dapat menular menahun dan sering kambuh.

Wali Kota Banjarbaru H. M. Aditya Mufti Ariffin usai menerima penghargaan ini mengaku sangat meapresiasi Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, beserta jajaran Puskesmas se-Kota Banjarbaru.

“Alhamdulillah ini berkat upaya yang dilakukan secara sungguh-sungguh oleh Dinkes Kota Banjarbaru dan Puskemas. Termasuk juga Dukungan Dinkes Provinsi Kalsel untuk menuju masyarakat Banjarbaru lebih sehat,” katanya.

Tidak hanya itu, dirinya juga mengungkapkan komitmen antara pemerintah Kota Banjarbaru (Dinas Kesehatan) dengan masyarakat agar bersinergi dalam mencegah dan menanggulanginya.

“Jangan sampai muncul kasus baru, itu komitmen kita. Kebersihan Lingkungan dan prilaku hidup bersih yang sehat merupakan faktor penting untuk mencegah penyakit ini. Ini yang harus kita tekankan dan saling mengingatkan antar sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Dr. Juhai Triyanti Agustina menyampaikan, penghargaan yang diraih oleh Pemerintah Kota Banjarbaru ini upaya dan langkah nyata yang serius dalam penanganannya di Kota Banjarbaru.

“Penghargaan Kota Bebas Frambusia ini merupakan penanganan yang serius dari kepala daerah, dalam hal ini Bapak Wali Kota Banjarbaru. Melalui kebijakan-kebijakan yang efektif, Alhamdulillah, Frambusia tidak ada ditemukan di Banjarbaru,” ungkapnya.

Diketahui, Pemerintah Daerah yang menerima Sertifikat Bebas Frambusia ini merupakan daerah yang sudah melewati beberapa tahapan. Mulai dari membuktikan tidak ditemukannya kasus Frambusia baru berdasarkan surveilans, rekomendasi di level Provinsi hingga assessment time sertifikasi di tingkat pusat.

Sumber: Media Center Kota Banjarbaru

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Setujui APBD 2025, Fraksi PDIP Ingatkan WTP Bukan Berarti Tanpa Masalah

TANAH BUMBU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tanah Bumbu menyetujui Rancangan...

Haji Iyal Resmi Jabat Ketua DPRD Banjarbaru

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Tongkat estafet kepemimpinan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

Gubernur Kalsel Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Sinergi untuk Kalsel Aman

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Gubernur Kalsel, H. Muhidin bersama istri, Fathul Jannah, menghadiri...

DPRD Kalsel Beri Penghargaan kepada Polda pada HUT Bhayangkara ke-80

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, menghadiri Upacara Peringatan Hari...