BANJARMASINPemko Banjarmasin

Koperasi Merah Putih di Banjarmasin: Harapan Baru untuk Ekonomi Rakyat

176

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Sebuah langkah nyata dalam pemberdayaan ekonomi lokal kembali diambil oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Tiga koperasi kelurahan resmi diluncurkan dalam acara bertajuk “Peresmian Koperasi Merah Putih” yang digelar pada Senin pagi (21/7) di Ruko Jalan Sutoyo S, Banjarmasin.

Peluncuran ini bukan sekadar acara seremonial. Di baliknya tersimpan harapan besar untuk menekan inflasi, mengurangi angka kemiskinan, serta memperkuat ekonomi kerakyatan dari tingkat akar rumput.

“Kita tidak ingin koperasi ini hanya sekadar nama, tapi benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegas Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR di hadapan jajaran Forkopimda dan pimpinan SKPD.

Dari total 52 kelurahan di Kota Banjarmasin, saat ini baru tiga yang menjadi percontohan dalam pengembangan koperasi berbasis kelurahan. Namun Yamin optimistis bahwa inisiatif ini akan meluas dan memberikan dampak konkret.

“Kami ingin koperasi-koperasi ini bersinergi langsung dengan pemerintah kota, utamanya dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok dan memperluas akses usaha bagi masyarakat kecil,” tambahnya.

Peluncuran koperasi ini bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional ke-78, sekaligus mendukung program nasional pembentukan 80.000 Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita ke-6, yaitu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Wali Kota Banjarmasin yang hadir dan meresmikan langsung ketiga koperasi tersebut, menekankan pentingnya pengelolaan yang profesional, transparan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

“Koperasi bukan hanya tempat simpan pinjam, tapi harus jadi penggerak ekonomi rakyat. Kelola koperasi ini secara terbuka dan akuntabel. Ini rumah kita bersama,” ujarnya.

Di tengah gempuran pasar modern dan ketidakpastian harga, koperasi lokal diharapkan menjadi penyeimbang dan pelindung ekonomi rakyat kecil. Data Pemkot Banjarmasin menunjukkan bahwa sebagian besar warga masih menggantungkan hidup dari sektor informal dengan akses modal dan pasar yang terbatas.

Melalui koperasi kelurahan, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang berdaya dan mandiri.

“Salah satu misi kita adalah memutus lingkaran kemiskinan dengan menciptakan peluang usaha yang adil dan berkelanjutan. Koperasi ini adalah salah satu jawabannya,” tutur Yamin.

Pemerintah Kota Banjarmasin berencana memperluas pembentukan koperasi kelurahan secara bertahap ke seluruh wilayah. Selain menjadi tempat simpan pinjam, koperasi akan dikembangkan sebagai unit bisnis produktif: distribusi sembako, pengolahan produk UMKM, hingga platform dagang digital lokal.

Wali kota menutup acara dengan seruan penuh semangat:

“Mari kita jadikan koperasi ini bukan hanya milik pemerintah, tapi milik kita bersama. Ekonomi kita, masa depan kita.” (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Wali Kota Banjarmasin Tinjau Pengerukan Sungai Teluk Dalam

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, meninjau langsung proses...

Pemko Banjarmasin Perkuat Transformasi Digital Aparatur

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin bekerja sama dengan Balai Pelatihan Sumber...

Normalisasi Sungai Jadi Andalan Atasi Genangan di Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya mengurangi genangan air di...

Lindungi Anak di Dunia Digital, Orang Tua Diminta Lebih Aktif Mengawasi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Banjarmasin,...