Jumat, 19 April 2024
BerandaUncategorizedKONTROVERSI INTISARI PANCASILA

KONTROVERSI INTISARI PANCASILA

Saat ini heboh di lapangan, dengan munculnya isu bahwa dalam RUU HIP, Pancasila hendak diubah menjadi Trisila bahkan menjadi Ekasila. Terlebih lagi konsep Trisila dan Ekasila, yang juga sebelumnya disampaikan oleh Megawati Soekarno Putri dalam orasi politiknya.

Yang ingin kita pertanyakan, apa iya ketika menyebut ciri pokok atau inti Pancasila ada pada tiga silanya, dan dari tiga sila itu, intinya ada pada satu silanya, itu artinya hendak mengubah Pancasila yang lima sila menjadi tiga atau menjadi satu sila saja ?

Orasi serupa sudah pernah disampaikan oleh Ir. Soekarno, dan tidak menjadi polemik sebagaimana sekarang, sebab petinggi-petinggi politik dan masyarakat Indonesia dulu tahu, bahwa maksud Bung Karno bukan hendak mengerdilkan apalagi mengubah Pancasila, tapi itu disampaikan dengan maksud menjelaskan inti dari Pancasila tersebut. hanya hendak mempertegas maksud dari kelima sila dari Pancasila.

Sama halnya dengan ucapan ulama-ulama Islam ketika berbicara mengenai intisari kandungan Alquran.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebut, inti Alquran ada pada surah Alfatihah dan inti surah Alfatihah ada pada ayat keempat, yang artinya, ‘Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan’. Apakah ketika menyatakan ini Ibnu Katsir hendak mengubah Alquran menjadi satu ayat saja ?

Imam Alghazali dalam kitabnya Jawahir Al-Quran, menyebut Alquran punya 10 inti, dan dari 10 inti itu jika diperas, akan ada 3 inti, yaitu pengetahuan tentang zat Allah, pengetahuan tentang sifat Allah dan pengetahuan tentang perbuatan Allah. Apakah Imam Alghazali ketika menyampaikan inti dari inti Alquran hanya ada tiga, bermaksud hendak mengerdilkan dan mengubah Alquran ?

Belum lagi ketika Nabi Muhammad saw sendiri yang menyampaikan, cukup membaca Al-Ikhlas tiga kali, itu sama dengan mengkhatamkan Alquran karena Al-Ikhlas sama dengan sepertiga kandungan Alquran. Dengan hadis ini, ada ulama yang mengatakan, jika Alquran tidak diturunkan, maka surah Al-Ikhlas sudah cukup untuk kita. Apa ini maksudnya mengabaikan surah-surah lain, dan hendak menyatakan ganti saja Alquran dengan Al-Ikhlas saja ?.

Kita juga pernah mendengar dari kaum Sufi dan ahli Irfan yang mengatakan, inti Alquran ada pada Alfatihah, dan inti Alfatihah ada pada Basmalah, dan inti Basmalah ada pada huruf Ba dan inti huruf Ba ada pada titiknya… sekali lagi, apa ketika disampaikan inti dari inti dari inti Alquran itu bermaksud menyatakan bahwa Alquran perlu diubah atau diganti cukup dengan huruf Ba saja atau cukup dengan titik saja ?

Banyak wacana yang bermaksud mengompori, bahwa ungkapan Trisila dan Ekasila baik yang tertulis dalam draft RUU HIP maupun yang disampaikan Megawati dalam orasinya bermaksud untuk mengubah dan mengganti ideologi negara yang sebelumnya Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila.

Percayalah, tidak ada usulan untuk mengganti Pancasila, ketika Trisila dan Ekasila disampaikan, baik itu dalam ayat dan pasal di RUU HIP maupun dalam kutipan orasi Megawati. Tapi karena hal ini telah menjadi polemik di masyarakat, maka dengan tegas Presiden Jokowi menolak RUU yang disodorkan oleh DPR tersebut.

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

BERITA TERKINI