BANJARMASINPemko BanjarmasinYOGYAKARTA

Kain Sasirangan Banjarmasin Dikembangkan Lewat Pelatihan Pewarna Alami di Yogyakarta

229

RETORIKABANUA.ID, Yogyakarta – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong pengembangan kain khas Kalimantan Selatan, sasirangan, agar tetap eksis dan mampu bersaing di pasar global. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengadakan pelatihan pewarna alami bekerja sama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta, yang berlangsung pada 10–14 Juni 2025.

Pelatihan ini diikuti oleh empat perajin terpilih, yaitu:

Reisya dari IKM Lins Sasirangan,

Noor Hafidzah dari IKM Kurihing Gallery,

Ida Rahmi dari IKM Dara Sasirangan, dan

Bintang Suryani dari IKM Berkah Sasirangan.

Keempat peserta ini merupakan perajin terbaik hasil seleksi dari lomba desain motif sasirangan yang sebelumnya digelar oleh dinas terkait.

Sebagai warisan budaya tak benda, kain sasirangan memiliki nilai historis tinggi. Dahulu digunakan oleh para raja Banjar, kini kain ini menjadi salah satu produk unggulan ekonomi kreatif Banjarmasin yang mengusung kearifan lokal.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, saat membuka acara pada Kamis (12/6), menyampaikan harapannya agar para perajin benar-benar menyerap ilmu dari pelatihan ini.

“Saya berharap pelatihan ini bisa meningkatkan kualitas dan memunculkan inovasi baru dalam pewarnaan alami kain sasirangan,” ujarnya.

Didampingi oleh Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Neli Listriani, Wali Kota juga menekankan pentingnya kreativitas dalam mengembangkan produk lokal agar berdaya saing tinggi dan mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kota.

“Pengrajin harus terus berinovasi untuk melestarikan warisan budaya Banjar. Ini bukan hanya soal mempertahankan tradisi, tapi juga tentang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong Banjarmasin menuju kota yang lebih maju dan sejahtera,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi besar pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal yang berkelanjutan.

“Dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pelaku IKM sasirangan, kami berharap tercipta produk-produk yang tidak hanya berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, tapi juga memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional,” tutup Muftezar. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Lindungi Anak di Dunia Digital, Orang Tua Diminta Lebih Aktif Mengawasi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Banjarmasin,...

Serapan Anggaran Rendah, Wali Kota Banjarmasin Tekankan Percepatan Program

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program...

Pemkot Banjarmasin Pantau Harga Bapokting, Inflasi Jadi Sorotan

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan...

Pasar Ujung Murung Memprihatinkan, Wali Kota Buka Peluang Kerja Sama Revitalisasi

RETORIKABANUA.ID, Banarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, meninjau langsung kondisi Pasar...