HULU SUNGAI UTARAKALSEL

Jingah Bujur Bikin Kapal Pencacah Gulma

345

AMUNTAI – Ide inovasi pembuatan kapal pencacah tanaman gulma diprakarsai warga Desa Jingah Bujur, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Ide tersebut dilatar belakangi banyaknya tanaman eceng gondok yang dinilai mengganggu aktivitas warga saat musim tanam dan mencari ikan di rawa-rawa.

Kepala Desa Jingah Bujur Hanafi mengatakan, kondisi geografis Kabupaten HSU didominasi oleh dataran rendah perairan rawa. Maka, mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani dan nelayan tangkap. Tak terkecuali dengan warga Desa Jingah Bujur.

“Namun, selama tiga tahun terakhir ini, lahan pertanian dan perikanan masyarakat terganggu eceng gondok,” terang Hanafi, Rabu (22/6).

Atas dasar permasalahan tersebut, akhirnya pemerintahan desa bersama warga melakukan musyawarah guna mengatasi masalah tersebut.

Dipilih satu inovasi dari salah satu warga, yaitu Sugianor, untuk pembuatan kapal penghancur atau pencacah eceng gondok. “Kita optimalkan dana desa refocusing anggaran, ketahanan pangan dana desa sebanyak 20 persen. Kita maksimalkan untuk membuat inovasi alat penghancur gulma,” ucapnya.

Adapun rancangan pembuatan kapal pencacah itu terbuat dari plat besi. Dilengkapi dengan mesin, serta baling-baling tajam untuk memotong eceng gondok.
Dengan cara kerja, saat mesin dinyalakan, baling-baling di depan kapal menabrak eceng gondok. Kemudian mencacahnya hingga hancur dan mengambang di permukaan rawa. Kemudian membusuk, lalu tenggelam menjadi pupuk.

“Selama mesin beroperasi, kinerjanya sangat bagus. Dari satu hari kerja bisa membersihkan 1,5 hektare. Ini tentu lebih efisien waktu. Harapan kita, sebelum musim tanam tiba, lahan pertanian sudah bersih. Gulma yang kita hancur secara alami menjadi pupuk,” bebernya.

Di samping meningkatkan perekonomian, ia juga berharap aktivitas masyarakat, pelaku UMKM, dan warga desa akan kembali pulih. (mid)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

PDI Perjuangan Hadirkan Panggung Rakyat, 19 Musisi Jalanan Semarakkan Bulan Bung Karno 2026

BANJARMASIN – PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menghadirkan ruang hiburan sekaligus panggung kreativitas...

PDI Perjuangan Kalsel Tegaskan Ruang Aspirasi Bukan Sekadar Formalitas

BANJARMASIN – DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat...

Bukan Cuma Saat Pemilu, PDI Perjuangan Kalsel Buka Ruang Aspirasi untuk Rakyat

BANJARMASIN – Politik tidak seharusnya hanya ramai saat pemilu. Politik juga harus...

Menarik Benang Kusut, Penertiban BBM Bersubsidi

(Ambin Demokrasi) Oleh: Noorhalis Majid Penertiban atas aksi “preman” di beberapa SPBU...