BANJARMASINPemko Banjarmasin

Jembatan Garuda Banjarmasin: Sinergi TNI-Pemko Bangun Akses Perbatasan

30
Pembangunan Jembatan Garuda perbatasan Banjarmasin dan Aluh-Aluh resmi dimulai. Kolaborasi TNI dan Pemko ini jadi solusi akses vital warga Basirih.

RETORIKABANUA.ID, BANJARMASIN – Harapan besar warga di perbatasan Basirih akhirnya menemui titik terang. Setelah terisolasi selama puluhan tahun, kini rehabilitasi pembangunan Jembatan Garuda Banjarmasin mulai berjalan. Proyek ini merupakan akses vital yang menghubungkan Banjarmasin Selatan dengan wilayah Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar. Oleh karena itu, peletakan batu pertama pada Senin (6/4/2026) menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat.

Sinergi antara TNI dan Pemerintah Kota Banjarmasin ini bukan sekadar pembangunan fisik semata. Sebab, jembatan tersebut merupakan simbol harapan baru bagi warga yang selama ini bergantung pada infrastruktur rapuh. Selain itu, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus dan Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR.

Bukti Konkret Kehadiran Negara di Wilayah Terpencil

Selanjutnya, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus menegaskan bahwa proyek ini adalah bukti nyata kehadiran negara. Sebab, pemerintah ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik. Oleh sebab itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam percepatan infrastruktur ini. Mengenai tujuan pembangunan tersebut, Ilham Yunus menjelaskan secara utuh:

“Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini adalah hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kami ingin memastikan akses pendidikan, pelayanan publik, hingga distribusi logistik berjalan lancar sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Kemudian, Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel CZI Slamet Riyadi menambahkan bahwa proyek ini memiliki tantangan teknis tersendiri. Namun, strategi konstruksi telah disesuaikan agar bangunan tetap kokoh meskipun berada di atas tanah rawa. Terkait target penyelesaian dan manfaat jembatan, ia memaparkan:

“Jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi harian. Kami targetkan pengerjaan selesai dalam tiga bulan, bahkan diupayakan lebih cepat agar manfaatnya segera dirasakan,” ungkapnya.

Membuka Peluang Ekonomi dan Pendidikan

Meskipun demikian, pembangunan jembatan sepanjang 74 meter ini juga diproyeksikan sebagai motor penggerak ekonomi. Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR menekankan bahwa akses yang lebih baik akan meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di perbatasan. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden RI atas dukungan program infrastruktur ini. Terkait fungsi konektivitas wilayah, Wali Kota menjelaskan:

“Hari ini kita bersama TNI melaksanakan ground breaking jembatan gantung yang menjadi akses penting masyarakat. Ini menghubungkan Banjarmasin dengan wilayah Kabupaten Banjar, khususnya Aluh-Aluh. Kami berharap pembangunan seperti ini terus berlanjut karena masih banyak kebutuhan serupa,” ucapnya.

Selain itu, realitas lama yang memprihatinkan di wilayah Basirih kini akan segera berakhir. Sebab, selama bertahun-tahun warga merasa was-was saat melintasi jembatan lama yang goyang dan berbahaya. Dengan demikian, pembangunan Jembatan Garuda Banjarmasin akan menghilangkan hambatan mobilitas dan aktivitas keagamaan warga.

Rasa Syukur Warga atas Penantian Panjang

Akhirnya, dimulainya proyek ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh masyarakat sekitar. Sebab, mereka telah lama memimpikan adanya akses jalan yang aman untuk aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, percepatan pembangunan ini dianggap sebagai kado istimewa bagi warga perbatasan. Salah satu warga, Hamdani, mengungkapkan kegembiraannya secara asli:

“Alhamdulillah, kami sangat senang. Jembatan ini sudah lama dinanti, terutama untuk anak-anak sekolah dan aktivitas sehari-hari. Dulu kondisinya goyang, bahkan sempat roboh. Sangat berbahaya, apalagi malam hari,” katanya.

Dengan demikian, kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah diharapkan dapat terus berlanjut di titik-titik terisolasi lainnya. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga fasilitas yang sudah dibangun nantinya. “Semoga jembatan ini menjadi jalan menuju kesejahteraan warga Basirih dan sekitarnya,” pungkas salah satu tokoh masyarakat di lokasi acara.

Related Articles

Wali Kota Banjarmasin Tinjau Pengerukan Sungai Teluk Dalam

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, meninjau langsung proses...

Pemko Banjarmasin Perkuat Transformasi Digital Aparatur

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin bekerja sama dengan Balai Pelatihan Sumber...

Normalisasi Sungai Jadi Andalan Atasi Genangan di Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya mengurangi genangan air di...

Lindungi Anak di Dunia Digital, Orang Tua Diminta Lebih Aktif Mengawasi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Banjarmasin,...