RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan International Day of the Midwife (IDM) 2026, IBI Cabang Kabupaten Kotabaru menggelar bakti sosial pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Rabu (6/5).
Kegiatan yang berlangsung di TPMB Hj. Bidan Dahlia tersebut menghadirkan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang serta imunisasi dasar bagi anak.
Pelayanan yang diberikan meliputi pemasangan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti implan dan IUD (spiral), sekaligus imunisasi dasar lengkap untuk anak. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta mendukung program keluarga berencana.
Ketua IBI Cabang Kotabaru, Yuli Eka Yanti, mengatakan kegiatan tersebut difokuskan pada pelayanan KB gratis bagi masyarakat.
“Tujuan utama kami adalah melaksanakan pelayanan KB serentak secara gratis. Harapannya masyarakat dapat memilih metode kontrasepsi jangka panjang seperti MKJP, sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi dasar lengkap,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPPPAPPKB Kotabaru, Sri Sulistiyani menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kotabaru ke-76.
Menurutnya, penggunaan MKJP dapat membantu pasangan usia subur mengatur jarak kehamilan sehingga kesehatan ibu dan kesejahteraan keluarga lebih terjaga.
“Melalui MKJP, akseptor KB bisa menunda kehamilan selama tiga hingga delapan tahun sehingga lebih optimal dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru, Erwin Simanjuntak, menambahkan bahwa program MKJP memiliki manfaat besar bagi kesehatan ibu, terutama dalam mengatur jarak kehamilan.
Ia juga mengingatkan pentingnya imunisasi dasar bagi anak untuk mencegah berbagai penyakit sejak dini.
“Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak melewatkan imunisasi dasar karena sangat penting untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, IBI berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat peran bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dasar di Indonesia. (ms)
