RETORIKABANUA.ID, Rantau – Ribuan jamaah memadati kawasan Kubah Abah Guru Kapuh di Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sabtu malam (20/6). Mereka datang dari berbagai daerah untuk mengikuti puncak peringatan Haul ke-5 Abah Guru Kapuh, ulama kharismatik yang dikenal luas melalui dakwah, ilmu dan keteladanannya.
Di tengah ribuan jamaah yang hadir, tampak Bupati Tapin, H. Yamani, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin, Hj. Faridah Yamani, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan haul dengan penuh khidmat.
Suasana religius terasa sejak awal acara. Lantunan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan maulid habsyi, tahlil, hingga doa bersama menggema di kawasan kubah sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk almarhum Abah Guru Kapuh.
Bupati Tapin, H. Yamani, mengatakan kehadirannya bersama istri merupakan bentuk penghormatan kepada sosok ulama yang telah berjasa besar dalam menyebarkan syiar Islam serta memberikan teladan dalam kehidupan beragama masyarakat Banua.
“Alhamdulillah, ulun bisa hadir bersama ribuan jamaah pada Haul Abah Guru Kapuh ke-5 ini. Kehadiran ini sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada ulama yang telah berjasa membimbing umat serta menyebarkan ajaran Islam di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut H. Yamani, peringatan haul bukan hanya menjadi momen untuk mengenang sosok ulama, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengambil hikmah dari perjalanan hidup, perjuangan, dan nilai-nilai yang telah diwariskan.
“Haul bukan hanya mengenang sosok Guru Kapuh, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita untuk meneladani akhlak, keikhlasan dan perjuangan beliau dalam menyebarkan ilmu agama. Nilai-nilai itulah yang harus terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan ulama memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Haul ke-5 Abah Guru Kapuh berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga akhir kegiatan. Antusiasme ribuan jamaah yang hadir menjadi bukti kuatnya kecintaan masyarakat terhadap ulama serta terjaganya tradisi keagamaan di Kalimantan Selatan.
Momentum haul tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memanjatkan doa, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, serta keteladanan yang telah diwariskan Abah Guru Kapuh kepada umat. (ki)

