RETORIKABANUA.ID, Balangan – Dunia pertanian sering dianggap sebagai profesi tradisional yang kurang menarik bagi anak muda. Namun, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan, Fathurrahman, menegaskan bahwa pandangan ini harus diubah. Menurutnya, pertanian di era modern memiliki potensi besar dan bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, asalkan dikelola dengan inovasi dan teknologi.
“Bertani sekarang bukan hanya soal mencangkul di sawah, tapi bisa dikembangkan dengan teknologi modern, pemasaran digital, hingga peluang ekspor. Jika dikelola dengan baik, hasilnya bisa lebih besar daripada pekerjaan kantoran,” ujar Fathurrahman, Kamis (13/2).
Fathurrahman juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kurangnya regenerasi petani. Ia memperingatkan bahwa jika tren ini terus berlanjut, ketahanan pangan daerah bisa terancam.
“Bayangkan jika tidak ada lagi anak muda yang mau bertani, lalu siapa yang akan memenuhi kebutuhan pangan kita? Ini saatnya generasi muda mengambil peran, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan pertanian secara lebih profesional,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fathurrahman mengajak para milenial untuk tidak ragu terjun ke dunia pertanian. Ia menekankan bahwa sektor ini memiliki potensi besar untuk berkembang jika dikelola dengan pendekatan modern.
“Jangan gengsi! Bertani bukan lagi pekerjaan yang ketinggalan zaman. Dengan inovasi dan strategi yang tepat, pertanian bisa menjadi bisnis yang menguntungkan dan berkontribusi pada ketahanan pangan daerah,” tambahnya. (ms)

Leave a comment