KALSELPANGAN

DPRD Kalsel Berharap Dirjen Tanaman Pangan Dukung Inovasi Padi Apung

353

JAKARTA – Suksesnya uji coba inovasi budidaya padi apung yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat apresiasi Direktorat Jendral (Dirjen) Tanaman Pangan Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dirjen Tanaman Pangan Republik Indonesia, Ir. Bambang Pamuji, ketika menyambut kedatangan kunjungan kerja Komisi II DPRD Kalsel bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kalsel.

Dalam audiensi yang dilaksanakan di gedung Dirjen Tanaman Pangan Republik Indonesia, Jakarta Selatan, pada Senin, (22/05) pagi itu, Bambang Pamuji mengatakan inovasi padi apung merupakan hal baru.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo menjelaskan bahwa inovasi padi apung ini merupakan upaya pemerintah untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi lahan rawa yang terendam.

“Saya kira padi apung ini merupakan solusi dari permasalahan di Kalsel. Sebab, kondisi lahan pertanian semakin berkurang akibat bencana banjir yang beberapa kali melanda Banua. Oleh sebab itu, harus dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar politisi senior PDI Perjuangan tersebut.

Imam Suprastowo berharap dengan memperkenalkan inovasi padi apung ini ke Dirjen Tanaman Pangan Republik Indonesia, Kalsel mendapatkan dukungan oleh pusat untuk pengembangan ke depan.

“Kalsel sejauh ini merupakan salah satu provinsi penyangga pangan di Kalimantan. Sebab, dibanding provinsi lainnya, Kalsel ini merupakan daerah yang selalu surplus dalam hal panen padi. Makanya, sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN) ke depan, inovasi ini sangat potensial untuk dikembangkan,” tambah Imam Suprastowo.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin berharap adanya sinergi dari kementerian dalam rangka mendukung pengembangan.

“Sehingga dapat berkelanjutan dan tidak terhenti di tengah jalan,” tambah pria yang akrab disapa Bang Dhin itu.

Di sisi lain, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman turut memaparkan potensi dari inovasi padi apung ini.

Menurutnya, selain solusi, hal ini juga merupakan suatu peluang.

Betapa tidak, ia mengatakan jika inovasi ini dikembangkan, maka panen tidak lagi bergantung dengan musim.

Dari uji coba di sejumlah kabupaten di Kalsel, Syamsir mengatakan bahwa per satu hektare, padi apung ini mampu menghasilkan sekitar 7 ton padi.

Ia juga mengklaim bahwa metode ini cocok untuk segala varietas padi.

Bahkan alatnya terbilang simpel, hanya dengan styrofoam dan pot plastik.

Apalagi dapat digunakan hingga 10 kali panen.

Karenanya, Syamsir berharap pihak kementerian dapat ikut serta mendukung pengembangan ini.

Ia mengaku bahwa pihaknya sudah bersurat kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia berkaitan dengan hal ini.

Menanggapi hal tersebut, Bambang Pamuji mengatakan ini merupakan semangat baru untuk masyarakat Kalsel dalam meningkatkan produksi tanaman pangan.

Ia berharap surat yang dilayangkan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel segera didisposisi ke Dirjen Tanaman Pangan, sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

PDI Perjuangan Hadirkan Panggung Rakyat, 19 Musisi Jalanan Semarakkan Bulan Bung Karno 2026

BANJARMASIN – PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menghadirkan ruang hiburan sekaligus panggung kreativitas...

PDI Perjuangan Kalsel Tegaskan Ruang Aspirasi Bukan Sekadar Formalitas

BANJARMASIN – DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat...

Bukan Cuma Saat Pemilu, PDI Perjuangan Kalsel Buka Ruang Aspirasi untuk Rakyat

BANJARMASIN – Politik tidak seharusnya hanya ramai saat pemilu. Politik juga harus...

Menarik Benang Kusut, Penertiban BBM Bersubsidi

(Ambin Demokrasi) Oleh: Noorhalis Majid Penertiban atas aksi “preman” di beberapa SPBU...