BANJARBARUKALSEL

DPRD Banjarbaru Minta Perda Cagar Budaya Bisa Dipertimbangkan

328

BANJARBARU – Dibongkarnya bangunan bersejarah rumah Van Der Pijl memantik reaksi keras dari Anggota DPRD Banjarbaru, Ronauli.

Legislator yang dikenal pencinta dan kolektor barang antik dan bersejarah ini menyayangkan kejadian tersebut. Terlebih ia sudah tinggal di Banjarbaru dari 50 tahun terakhir.

“Pertama, tentu kita menyayangkan. Soalnya rumah itu benar-benar bersejarah, karena memang ditinggali oleh Van Der Pijl, bahkan sampai akhir hayatnya,” kata legislator PDI Perjuangan ini.

Karena nasi sudah menjadi bubur dan bangunannya telah dirubuhkan, serta berganti kepemilikan, legislator yang akrab disapa Ucok ini pun meminta pemko untuk fokus kepada langkah ke depan.

Salah satu yang darurat bagi Ucok adalah belum adanya payung hukum yang spesifik terkait melestarikan kebudayaan dan sejarah. Sehingga, hal seperti ini menjadi kecolongan dan pemerintah tak bisa melindungi asetnya.

“Yang pertama harus ada payung hukum, semisal Perda Cagar Budaya. Ini fungsinya untuk melindungi aset-aset bersejarah kita. Selama ini kan tidak ada. Akhirnya ketika ada kejadian seperti ini, pemerintah tidak bisa apa-apa,” katanya.

Peraturan ini, kata Ucok  sangat bermanfaat untuk generasi warga Banjarbaru yang akan datang. Karena, bangunan-bangunan tersebut  nilainya kaya sejarah, terutama dari bentuk arsitektur.

“Perda ini nanti bisa melindungi orisinalitasnya. Jadi semisal sudah berganti pemilik, kalau ada perda itu ada rambu-rambunya untuk menjaga bentuk aslinya. Ini yang kita perlukan,” ujarnya.

Ucok juga menyentil, sejauh ini tidak ada aset sejarah di Banjarbaru yang terarsipkan oleh pemerintah daerah. Ia mengaku tak pernah melihat SKPD atau sekretariat daerah menyimpan atau mengarsipkannya.

“Malah seperti foto-foto sejarah Banjarbaru itu diarsipkan dan disimpan orang luar atau personal. Nah harusnya kan pemerintah punya itu, kalau memang peduli dengan sejarah kotanya,” sebutnya.

Ia membandingkan dengan pengelolaan aset bersejarah di Palangka Raya  Kalimantan Tengah.

Di sana, aset-aset peninggalan  Van Der Pijl terawat apik. Sebagai informasi, selain merancang Kota Banjarbaru, Van Der Pijl juga pernah merancang Palangka Raya.

“Contoh nyatanya adalah rumah Tjilik Riwut, meski juga menjadi resto, tapi bentuk aslinya tetap dijaga. Bahkan benda-benda peninggalan Van Der Pijl dipajang dan dijaga, nah ini kan sangat bernilai sejarah,” ujarnya.  (mrf)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Komisi III DPRD Tanah Bumbu Temui BPJN, Perjuangkan Sejumlah Infrastruktur Strategis

BANJARMASIN – Komisi III DPRD Kabupaten Tanah Bumbu melakukan kunjungan kerja, konsultasi,...

Peringkat 37 Nasional Jadi Alarm Keras, Bang Dhin Desak Evaluasi Total Pelayanan Investasi Kalsel

BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin, menyoroti rendahnya...

Bang Dhin: Jalur Banjarbaru–Batulicin Jangan Terus Memakan Korban, Keselamatan Masyarakat Harus Menjadi Prioritas

BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin, S.E., M.A.P.,...