BARABAI – Vaksinasi Sinovac dimulai, Selasa (9/2). Wakil Bupati HST Berry Nahdian Forqan menjadi orang pertama yang disuntik.
Usai disuntik, Berry mengaku badannya lemas. Namun menurutnya bukan karena efek samping dari vaksin, melainkan hanya sugesti saja yang mempengaruhi psikologinya.
“Rasanya seperti kita donor darah, memang tubuh sedikit lemas. Karena sebelum disuntik badan belum lemas. Itu hanya psikologis saja,” katanya usai disuntik vaksin di RS Damanhuri Barabai.
Berry yakin jika vaksin ini aman untuk digunakan warga. Makanya dia berani disuntik pertama kali.
“Saya yakin vaksin ini aman. Alhamdulillah baik-baik saja. Seperti yang dijelaskan dinas kesehatan tingkat efektivitasnya 65 persen dan efek sampingnya hanya 0,1 persen,” tambahnya.
Dibekas suntikan apakah ada rasa pegal? “Setelah diobservasi selama 30 menit, saya tidak merasakan pegal atau apapun. Dan saya juga sudah dicek kesehatan dan tidak memiliki riwayat sakit. Jadi memenuhi syarat untuk divaksin,” bebernya.
Kepala Dinas Kesehatan HST Kusudiarto menjelaskan jika ada 17 perwakilan instansi yang diundang untuk vaksinansi. Termasuk para pimpinan daerah. Namun dalam vaksinasi kali ini Bupati HST A Chairansyah tidak bisa divaksin karena tidak memenuhi syarat.
“Pertama karena umur, vaksinasi ini dibatasi usia 18 sampai 59 tahun,” jelasnya.
Kusudiarto menjelaskan, vaksinasi tingkat kedua akan dilaksanakan 14 hari ke depan setelah vaksinasi pertama. “Tanggal 23 Februari nanti vaksinasi tahap dua kepada orang yang sudah disuntik,” pungkasnya. (jms)

Leave a comment