Banjarmasin – Ketua MUI Kota Banjarmasin, Habib Ali Khaidir Al-Kaff mengatakan sebanyak 10 santri Banjarmasin berkesempatan untuk mengenyam pendidikan di Hadramaut, Tarim.
Rencananya, mereka akan berangkat dalam waktu dekat. Mengingat 10 santri ini sudah diumumkan lolos untuk mendapatkan beasiswa belajar di Hadramaut.
Santri yang mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan di sana diantaranya yaitu Latifah Hasanah (17) dan Noor Aulia Rizkyanti (18).
Diketahui, saat ditanya cita-cita, mereka menjawab dengan tegas ingin menjadi ustadzah.
Terdapat beberapa seleksi tes yang harus dilewati peserta. Mulai dari Al Qur’an beserta tajwid. Serta surah dan hadist.
Nantinya ia dan Latifah akan belajar selama empat tahun disana. Ditanya kesiapan mereka untuk mengabdi di Banjarmasin? Keduanya kompak menjawab siap.
Sebab, di Banjarmasin syarat utama mendapatkan beasiswa ini harus siap mengabdi di Kota Banjarmasin. Artinya mereka harus siap kembali dan mengabdi di Banjarmasin.
Ketua MUI Kota Banjarmasin, Habib Ali Khaidir Al-Kaff mengatakan, jika agar bisa mendapatkan beasiswa mereka harus membuat pernyataan ditandatangi bermaterai agar mereka siap kembali dan mengabdi di Banjarmasin.
Mereka yang mendapatkan beasiswa ini akan mendapatkan biaya pendidikan full sebesar Rp 70 juta per dua tahun.
Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, di tahun ketiga ini sudah ada 30 santri yang mengenyam pendidikan di Hadramaut dan delapan di Mesir.
“Kami mewajibkan mereka untuk kembali agar bisa mengabdi di Banjarmasin,” katanya.
Apalagi, ini merupakan regenerasi ulama-ulama di Kota Banjarmasin.
“Untuk beasiswa ini diberikan oleh MUI melalui dana hibah yang diberikan Pemerintah Kota Banjarmasin,” katanya. (jm)

Leave a comment