RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Suasana hangat menyelimuti Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, saat Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar jamuan Gala Dinner untuk menyambut para delegasi Asosiasi Departemen/Jurusan Antropologi Seluruh Indonesia (ADJASI), Minggu (21/9) malam.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional ADJASI yang berlangsung di Banjarmasin pada 19–22 September 2025.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menyambut langsung seluruh delegasi yang datang dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi, guru besar, hingga rektor perguruan tinggi. Hadir pula Ketua ADJASI, Rina Hermawati, Dekan FISIP ULM, Budi Suryadi, serta para mahasiswa Antropologi Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Acara ini juga menjadi momen penting bagi ULM, yang secara resmi memperkenalkan Program Studi Antropologi sebagai jurusan baru di kampus yang dikenal dengan sebutan “Kampus Perjuangan”.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu dan peserta Rakernas ADJASI. Kehadiran Bapak Ibu semua menambah semarak Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-499 tahun ini,” ujar Wali Kota Yamin dalam sambutannya.
Rakernas kali ini mengangkat tema “Masyarakat Sungai: Keberlanjutan dan Transformasi”, yang sejalan dengan karakteristik Kota Banjarmasin sebagai kota sungai. Forum ini diharapkan menjadi ruang kontribusi akademik dalam memahami keberlanjutan peradaban sungai di Indonesia, termasuk di Banjarmasin.
“Tradisi sungai di kota ini sangat kuat. Saya harap forum ini bisa melahirkan ide-ide baru yang mendukung pelestarian nilai-nilai kearifan lokal,” tambahnya.
Selain menghadiri forum ilmiah, para delegasi juga diajak menikmati suasana kota, seperti mengunjungi Bakul Fest dan Festival Jukung Hias Tanglong.
“Semoga silaturahmi dan kerja sama, terutama dalam pengembangan antropologi di Banjarmasin, bisa terus terjalin,” pungkas Yamin.
Sementara itu, Ketua ADJASI, Rina Hermawati, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dan kolaborasi antara Pemkot Banjarmasin dan ULM. Menurutnya, ADJASI berkomitmen untuk berkontribusi pada pembangunan daerah melalui pendekatan antropologis.
“Kami ingin berpikir bersama tentang bagaimana pembangunan budaya di tiap daerah bisa berjalan seimbang dan maju. Kami berharap kehadiran kami memberi manfaat, terutama dalam menjalin kerja sama dengan ULM,” tuturnya.
Ia menambahkan, ADJASI mendukung langkah ULM agar ke depan dapat menjadi kebanggaan masyarakat Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Kalimantan secara umum. (ms)



Leave a comment