BANJARBARUPemko Banjarbaru

Banjarbaru Dorong Cempaka Jadi Living Museum, Dapat Dukungan Menteri Kebudayaan

19

RETORIKABANUA.ID, Jakarta – Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat peran kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah. Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, bersama rombongan Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru, melanjutkan rangkaian pertemuan strategis dengan mengunjungi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (6/2).

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Pertemuan ini memiliki misi utama: meminta dukungan pemerintah pusat untuk menetapkan Kecamatan Cempaka sebagai Living Museum, kawasan budaya hidup yang berbasis sejarah, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Banjarbaru.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Lisa menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pelestarian sejarah, tetapi juga strategi pembangunan berkelanjutan yang memadukan budaya, edukasi dan ekonomi kreatif.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Kebudayaan yang telah menerima pertemuan ini. Kehadiran kami adalah ikhtiar menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, agar pembangunan kebudayaan di Banjarbaru berjalan seiring dan saling menguatkan,” ucapnya.

Wali Kota Lisa menjelaskan bahwa pengembangan Cempaka sebagai Living Museum tidak hanya bertujuan melestarikan sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi fondasi Banjarbaru menuju Kota Kreatif Nasional 2027.

“Kami memohon arahan dan dukungan Bapak Menteri, khususnya terkait pengembangan Cempaka sebagai Living Museum. Besar harapan kami, Cempaka menjadi ruang hidup kebudayaan berkelanjutan sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya,” tambahnya.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kota Banjarbaru dan KEK Banjarbaru, yang menempatkan kebudayaan sebagai kekuatan strategis daerah.

“Kementerian Kebudayaan terbuka untuk memberikan dukungan maksimal, termasuk pendampingan teknis, agar pengembangan Cempaka berjalan terarah dan berkelanjutan. Saya mendorong Banjarbaru untuk koordinasi aktif dengan satuan kerja Kementerian di daerah agar langkah-langkah yang dilakukan bisa lebih optimal,” katanya.

Cempaka, khususnya kawasan Pumpung, dikenal sebagai jantung pendulangan intan tradisional. Dari tanah ini lahir Intan Trisakti, intan mentah terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia dengan berat 166,75 karat, pada 26 Agustus 1965 oleh 24 pendulang yang dipimpin H. Matsam. Presiden Soekarno langsung menamai intan ini sebagai simbol kesaktian dan kedaulatan bangsa. Nilainya ditaksir mencapai Rp10 triliun.

Di balik kemilau Intan Trisakti, tersimpan perjuangan panjang para pendulang yang selama ini jarang tersorot. Melalui konsep Cempaka Living Museum, kisah tersebut dihidupkan kembali sebagai ruang edukasi, destinasi wisata sejarah, dan penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya.

Konsep ini diharapkan menjadikan Cempaka sebagai laboratorium kebudayaan terbuka: tempat generasi muda belajar sejarah, wisatawan merasakan pengalaman autentik, dan masyarakat lokal memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, Banjarbaru optimistis Cempaka akan tumbuh bukan hanya sebagai saksi masa lalu, tetapi juga episentrum masa depan kebudayaan dan ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan. (ms)

Related Articles

HUT ke-27 Banjarbaru: Deretan Prestasi dan Langkah Menuju Kota Modern

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru — Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kota...

Ribuan Jamaah Padati Tabligh Akbar HUT ke-27 Banjarbaru

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Suasana religius dan khusyuk menyelimuti Masjid Agung Al Munnawarah...

Banjarbaru Perkuat Upaya Cegah Stunting Lewat Pra Musrenbang

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat langkah strategis untuk menjaga...

Orang Tua di Banjarbaru Dibekali Cara Asuh Anak di Era Digital

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan...