Jumat, 21 Juni 2024
BerandaKALSELBANJARMASINBanjar dan Melayu Corner Diresmikan

Banjar dan Melayu Corner Diresmikan

BANJARMASIN – Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin menggelar peresmian Banjar Corner dan Melayu Corner, sekaligus launching Alquran dan Terjemah Bahasa Banjar edisi revisi, Kamis (25/2) pagi.

Ketua panitia pelaksana peresmian, Laila Rahmawati menyampaikan saat ini yang sudah terkumpul dalam Banjar Corner berjumlah 2.167 eksemplar, termasuk penelitian dari para dosen tahun 80-an. Ada juga manuskrip repro karya-karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan para ulama Banjar.

“Ada juga koleksi dari para penulis Banjar, baik yang bersifat akademis maupun sastra. Kemudian koleksi civitas akademika UIN Antasari, baik tulisan para dosen maupun mahasiswa,” ujar Laila Rahmawati.

Adapun untuk koleksi Melayu Corner saat ini ada 225 judul. Laila menyampaikan, ini merupakan koleksi yang dimiliki H Wan Muhammad Shogir (Kuala Lumpur). Diterbitkan Khazanah Fathaniyah berupa koleksi tentang karya ulama, sejarah Islam dan silsilah ulama sejagat (Sejagat Dunia Melayu). Ada juga koleksi pengobatan, kajian karya ulama dan koleksi ulama nusantara.

“Koleksi Banjar Corner dan Melayu Corner ini sudah dikatalog dan bisa diakses secara online,” tambahnya.

Rektor UIN Antasari H Mujiburrahman merasa gembira atas peluncuran Banjar Corner dan Melayu corner yang sudah lama diimpikan warga kampus UIN Antasari. Ia mengucapkan terima kasih kepada mitra kerja sama yang sudah membantu, terutama pengolola perpustakaan dan Yayasan Khajanah Fathaniyah, serta keluarga besar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

“Saya sungguh mengucapkan banyak terima kasih kepada banyak pihak yang memberikan bantuan dan sokongan, sehingga upaya ini bisa terlaksana dengan baik,” ucap Mujiburrahman.

Terkait Alquran dan Terjemahan Bahasa Banjar edisi revisi, Mujiburrahman menjelaskan bahwa proyek sudah berlangsung lama dari tahun 2016. Edisi pertama mendapatkan respons yang luar biasa, walaupun disertai dengan berbagai kontroversi, sehingga UIN Antasari kembali membentuk tim dan juga dibantu oleh Balai Bahasa sampai launcing.

Acara ini juga dihadiri dua zuriat atau ahli waris Syekh Muhammad Arsyar Al-Banjari, KH Muhammad Hatim Salman dan KH Muhammad Sibawaihi.

Dalam kesempatan itu, Hatim Salman mengucapkan terima kasih kepada UIN Antasari Banjarmasin yang telah berinisiatif dalam mengumpulkan karya-karya ulama Kalimantan Selatan. Terutama karya-karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan zuriatnya.

“Saya berharap karya-karya yang dikumpulkan ini bisa menjadi pusat kajian. Dan para mahasiswa bisa mengkaji lebih dalam kekayaan intelektual yang diwariskan para ulama Banjar,” ujar Hatim Salman. (mid)

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI