RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin, menegaskan bahwa kesejahteraan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Politisi yang akrab disapa Bang Dhin itu menilai kualitas sumber daya manusia di masa depan sangat ditentukan oleh pendidikan pada tahap paling awal, yakni pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, guru PAUD dan TK memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, serta nilai-nilai dasar anak. Namun di lapangan, masih banyak guru PAUD yang menerima honor sangat minim dan belum memenuhi standar kesejahteraan yang layak.
“Guru PAUD dan TK adalah fondasi pembentukan karakter dan kecerdasan anak. Ironisnya, masih banyak dari mereka yang menerima honor sangat rendah,” ujar Bang Dhin.
Ia menilai selama ini profesi guru PAUD sering dipandang sekadar sebagai bentuk pengabdian sosial. Padahal tanggung jawab yang mereka jalankan sangat besar. Selain mengajar, mereka juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemampuan dasar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan formal.
Bang Dhin menegaskan, upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan berjalan optimal jika kesejahteraan tenaga pendidik masih terabaikan, terutama bagi guru PAUD dan TK yang sebagian besar masih berstatus non-ASN.
“Sulit berbicara tentang kualitas pendidikan jika para pendidiknya masih menghadapi persoalan kesejahteraan. Guru yang sejahtera akan lebih fokus mengajar, lebih kreatif dan mampu mendidik anak-anak dengan lebih baik,” jelasnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan afirmatif bagi guru PAUD dan TK. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan insentif, pelatihan peningkatan kapasitas, serta dukungan program pendidikan yang berkelanjutan.
Menurut Bang Dhin, perhatian terhadap guru PAUD merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam meningkatkan kesiapan belajar anak, menekan angka putus sekolah, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Kita tidak boleh melihat ini hanya sebagai persoalan pendidikan, tetapi sebagai investasi strategis bagi masa depan daerah dan bangsa,” tegasnya.
Ia berharap ke depan lahir kebijakan yang lebih progresif dan berpihak pada guru PAUD dan TK, sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya dengan lebih tenang, bermartabat dan sejahtera.
“Jika kita ingin mewujudkan generasi emas Indonesia, maka memperjuangkan kesejahteraan guru PAUD harus menjadi langkah awal yang tidak boleh diabaikan,” pungkasnya. (thr)


