BANJARMASIN – Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tinggal sebulan lagi. Program sentralisasi atlet pun sempat digaungkan Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel.
Kepala Dispora Kalsel Hermansyah menuturkan, pelaksaanaan sentralisasi itu nanti konsepnya sama seperti persiapan PON Jabar 2016 lalu.
Atlet akan diinapkan dalam satu tempat dengan jadwal istirahat, makan, serta latihannya sendiri akan diawasi.
“Kita sudah bicarakan ini. Kita sediakan tempat penginapan. Koni Kalsel sediakan makanannya,” ucapnya.
Tujuan sentralisasi ini sendiri dimaksudkan agar atlet tak terkontaminasi pengaruh dari luar, terlebih dari penyebaran virus corona.
“Ini agar atlet tidak terkontaminasi, dan bisa lebih fokus” tambahnya.
Sayangnya, program sentralisasi ini mendapat penolakan dari Koni Kalsel.
Melalui Kepala Bidang Bina Prestasi Koni Kalsel Gusti Perdana Kusuma menilai, program sentralisasi tersebut sudah tak efektif lagi jika dilaksanakan sebulan sebelum keberangkatan.
Pasalnya, pada tanggal 20 September saja sudah ada cabang olahraga yang akan bertanding.
“Saya menilainya sudah tidak efektif lagi, kemaren kami mengusulkan dua bulan yaitu Agustus-September,” tutur Gusti Perdana Kesuma.
Sementara itu sudah ada beberapa cabang olahraga yang telah melaksanakan sentralisasi mandiri seperti gulat, karate, dayung, biliar, serta kempo. (nn)


Leave a comment