BANJARBARU – Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru H Said Abdullah menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan kelas dan asrama santri pasca kebakaran Pondok Pesantren Al Falah Putra Banjarbaru, Senin (9/8).
Tampak hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel H Muhammad Tambrin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru H Abdul Basit, Ketua Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al Falah KH Nursyaid Ramli, Camat Liang Anggang, Lurah Landasan Ulin Tengah, Danramil Liang Anggang, Kapolsek Landasan Ulin Barat dan undangan lainnya.
Ketua Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al Falah KH Nursyaid Ramli menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu dalam rangka percepatan pembangunan ruang kelas dan asrama santri pasca kebakaran pondok pesantren.
Terkait arahan sekda terkait instalasi listrik yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran, maka akan diperhatikan dan ditindaklanjuti betul-betul.
Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru H Said Abdullah menyampaikan rasa syukur, karena dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah bisa dimulai pembangunan kembali ruang kelas dan asrama santri.
“Mudah-mudahan pembangunan ini bisa selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Alhamdulillah, bangunan ini lebih besar dari yang terbakar. Ada 3 tingkat. Sehingga, yang semula 12 kelas menjadi 18,” ucapnya.
Ia berharap, progres pembangunan sesuai dan tepat pada waktunya dan bahkan bisa lebih awal selesai. Target pembangunan direncanakan 10 bulan selesai dengan dana sekitar Rp 7,8 miliar.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel H Muhammad Tambrin menghaturkan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang sangat respons membantu.
“Menurut laporan panitia, sudah terkumpul dana sekitar Rp 11 miliar. Kami dari Kanwil Kementerian agama sangat mendukung percepatan pembangunan Pondok Pesantren Al Falah ini,” katanya. (tf)



Leave a comment