RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Komisi IV DPRD Kalsel mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan agar lebih mengutamakan pembinaan atlet-atlet ber-DNA lokal atau asli “urang banua” di seluruh cabang olahraga.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat pembahasan pelaksanaan program kegiatan Tahun Anggaran 2026 antara Komisi IV DPRD Kalsel dan Dispora Kalsel, yang digelar pada Rabu (11/3) di ruang rapat Komisi IV Gedung DPRD Kalsel.
Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifha, mengatakan pihaknya ingin atlet dan pelatih lokal lebih mendapat perhatian, baik dalam proses pembinaan maupun saat mengikuti berbagai kejuaraan.
Menurutnya, selama ini masih banyak pelatih maupun atlet yang berasal dari luar daerah.
“Selama ini masih banyak pelatih maupun atlet yang bukan berasal dari DNA kita di Banjar ini,” ujarnya.
Jihan menilai, pembinaan atlet lokal penting dilakukan secara konsisten. Selain untuk meminimalkan praktik mendatangkan atlet dari luar daerah menjelang ajang olahraga, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi serta kepercayaan diri atlet daerah.
Dengan dukungan pembinaan yang baik, ia berharap atlet-atlet lokal mampu berprestasi dan meraih medali, termasuk medali emas, di berbagai kejuaraan.
“Kita ingin mendukung mereka agar bisa berkembang dan mudah-mudahan mampu meraih medali emas,” tuturnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai berkurangnya anggaran dana hibah Tahun Anggaran 2026 yang dikelola Dispora Kalsel. Saat ini anggaran hibah tercatat sekitar Rp4,6 miliar, lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.
Politisi dari Partai Gerindra itu menyatakan Komisi IV siap membantu melakukan evaluasi terhadap kondisi tersebut, termasuk membuka peluang penambahan anggaran hibah ke depan.
“Memang pada 2026 ada pengurangan anggaran, termasuk anggaran hibah di Dispora. Dari sebelumnya cukup besar, sekarang tersisa sekitar Rp4,6 miliar. Ini menjadi bahan masukan bagi kami untuk dievaluasi, dan kami juga ingin mendukung agar nantinya anggaran hibah bisa ditambah,” pungkas Jihan. (ms)


