RETORIKABANUA.ID, Balangan – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Balangan menghadirkan inovasi SOMBALIT Bajungkaling atau Sosialisasi Minat Baca dan Literasi yang dikombinasikan dengan Kunjungan Perpustakaan Keliling. Program ini bertujuan meningkatkan minat baca sekaligus jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan.
Inovator kegiatan, Erma Indriati, Senin (12/1), menjelaskan bahwa inovasi ini lahir karena rendahnya kunjungan masyarakat ke perpustakaan. Data menunjukkan rata-rata kunjungan pemustaka pada 2021 hanya sekitar 977 orang per bulan.
“Permasalahan utamanya adalah rendahnya minat kunjung ke perpustakaan. Karena itu diperlukan inovasi yang tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi mendekatkan literasi langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Melalui SOMBALIT Bajungkaling, kegiatan sosialisasi minat baca dan literasi digabung dengan layanan perpustakaan keliling. Sosialisasi dilakukan secara tatap muka di lapangan dan melalui media sosial, sehingga menjangkau pelajar dan masyarakat lebih luas.
Erma menekankan, inovasi ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat, khususnya pelajar, agar melihat perpustakaan bukan sekadar tempat meminjam buku, tetapi pusat informasi dan pembelajaran yang mudah diakses.
“Pelayanan kami bawa langsung ke sekolah, kelurahan, dan ruang publik. Dengan begitu, bahan bacaan bisa diakses di tengah masyarakat dan minat baca dapat tumbuh,” katanya.
Seiring pengembangannya, SOMBALIT Bajungkaling terus diperluas. Pada 2024, kegiatan menambah jejaring di Kelurahan Paringin Kota, melibatkan tim dokumentasi khusus, dan menggandeng media massa serta pelaku usaha lokal sebagai mitra pendukung.
Pendekatan langsung ini tidak hanya menghadirkan perpustakaan keliling, tetapi juga sosialisasi literasi aktif oleh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Hasilnya, kunjungan perpustakaan meningkat signifikan: dari rata-rata 1.300 pengunjung per bulan pada 2022, menjadi 1.800 pengunjung pada 2023, dan mencapai 2.823 pengunjung per bulan pada 2024.
Erma menambahkan, peningkatan tersebut menunjukkan efektivitas SOMBALIT Bajungkaling dalam mendekatkan buku dan literasi kepada masyarakat.
“Tujuan utamanya memang meningkatkan kunjungan ke perpustakaan, tetapi yang lebih penting adalah tumbuhnya minat baca dan kesadaran literasi di masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Balangan berkomitmen terus mengembangkan inovasi ini agar layanan literasi semakin merata dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. (ms)
