RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi membuka Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia ke-XXIV di Banjarmasin, Minggu malam (14/9). Acara yang mengusung tema “Suluh Budaya Gerbang Nusantara” ini menjadi momentum penting bagi Kalimantan Selatan yang dipercaya sebagai tuan rumah ajang seni dan budaya berskala nasional.
Kegiatan berlangsung selama empat hari, dengan diikuti oleh 21 perwakilan taman budaya dari seluruh Indonesia. Rangkaian agenda mencakup pameran seni rupa, rapat koordinasi kepala taman budaya, dialog seni rupa, pawai budaya, hingga pertunjukan seni dari seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Menteri Fadli Zon menyebut TKTB sebagai agenda strategis untuk memajukan kebudayaan nasional sekaligus memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
“Taman budaya harus menjadi ruang terbuka sekaligus kawasan terpadu untuk pelestarian, pembinaan, dan apresiasi budaya baik tradisional, modern, maupun kontemporer,” tegas Fadli.
Ia menambahkan, taman budaya idealnya difungsikan sebagai pusat kegiatan seni yang mampu menciptakan ekosistem budaya berkelanjutan dan berdaya saing di tingkat global.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa TKTB bukan sekadar perhelatan seni, tetapi juga wadah silaturahmi nasional antar-seniman, budayawan, dan pegiat budaya dari berbagai daerah.
“Tema Suluh Budaya Gerbang Nusantara mencerminkan semangat Kalsel sebagai pintu budaya yang menyatukan keberagaman dalam kesatuan,” ujarnya.
Hasnuryadi juga menyoroti kekayaan budaya lokal seperti madihin, wayang Banjar, seni tari dan musik, serta ritual adat yang terus hidup di tengah masyarakat Banua. Menurutnya, kekayaan ini bukan hanya warisan, tetapi juga aset penting dalam memperkuat jati diri daerah dan memperkaya budaya nasional.
Menutup sambutannya, Hasnuryadi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat menjadikan Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah TKTB ke-XXIV.
“Semoga momentum ini memperkuat peran taman budaya sebagai pusat kreativitas, edukasi, dan pelestarian budaya, baik di tingkat lokal maupun nasional,” tutupnya. (ms)

Leave a comment